Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG
    CekFakta

    Hoaks! Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG

    Jane DoePublish date2026-03-16
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial (Kemensos) menghapus sejumlah program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.

    Unggahan tersebut menyebut bahwa pemerintah menghapus Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), dan layanan BPJS.

    Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa anggaran program-program tersebut dialihkan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “PRESIDEN PRABOWO BERSAMA KEMENSOS RESMI HAPUS BLT-PKH-BNPT-BPJS-KIP-PIP

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    ANGGARANNYA AKAN DIALIHKAN UNTUK MBG

    15 JUTA RAKYAT MISKIN AKAN SENGSARA PERLAHAN”

    Namun, benarkah Presiden Prabowo menghapus program BLT, PKH, KIP, dan PIP karena anggarannya dialihkan untuk program MBG?



    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto, pihak Istana, maupun Kementerian Sosial yang menyebut bahwa pemerintah menghapus program-program bantuan sosial tersebut karena anggarannya dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hingga saat ini, berbagai program bantuan sosial tersebut masih berjalan dan tetap disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

    Pemerintah justru sedang mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terpadu untuk program perlindungan sosial. DTSEN akan menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mulai tahun 2026.

    Sistem data tersebut bertujuan mengintegrasikan data sosial ekonomi penduduk secara lebih akurat sehingga penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.

    Melalui DTSEN, pemerintah juga berupaya menghindari data ganda serta memperkuat perencanaan kebijakan sosial di tingkat pusat maupun daerah dengan menggunakan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo menghapus program BLT, PKH, KIP, dan PIP karena anggarannya dialihkan untuk program MBG merupakan informasi yang keliru atau tidak benar.

    Klaim: Prabowo hapus BLT, PKH, KIP, PIP karena anggaran dialihkan untuk MBG

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.facebook.com/share/r/1CKvsgZPGp/?mibextid=wwXIfr

    https://dtsen.data.go.id/#:~:text=Basis%20data%20tunggal%20yang%20terintegrasi%20untuk%20mendukung,keputusan%20strategis%20di%20tingkat%20pusat%20hingga%20daerah.

    Publish date : 2026-03-16

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.