Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Iran minta Prabowo urus rakyat miskin Indonesia
    CekFakta

    Hoaks! Iran minta Prabowo urus rakyat miskin Indonesia

    Jane DoePublish date2026-03-13
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menarasikan bahwa Iran, melalui Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, menolak ajakan Indonesia untuk memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

    Unggahan tersebut juga menyebut bahwa Iran meminta Indonesia untuk lebih baik mengurus rakyatnya sendiri karena masih banyak masyarakat Indonesia yang miskin.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “IRAN Tolak Ajakan Mediasi Indonesia dengan AS: Lebih baik yang M1SK1N! Kami Tidak membuka Ruang Mediasi dengan AS!”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Lalu berkaitan dengan Mediasi Indonnesia lebih baik simpan tenaga dan waktu anda sepenuhnya untuk kepentingan Rakyat anda yang masih banyak serba kekurangan, Karna kami tahu disana Rakyat anda lebih membutuhkan uluran dan bantuan tangan anda, lebih baik anda Urus rakyat anda saja , Tolong sekali lagi saya sangat mengapresiasi niat baik anda. Tapi kami tidak menerima bentuk mediasi apapun dengan AS.”

    Namun, benarkah Iran tolak ajakan mediasi Indonesia dengan AS dan minta Prabowo urus rakyat miskin Indonesia?



    HASIL CEK FAKTA

    Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memang menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia yang ingin memediasi Iran dan Amerika Serikat.

    Namun, pada Kamis (5/3), Boroujerdi kembali menegaskan bahwa Iran menolak tawaran mediasi dari sejumlah negara untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dilansir dari ANTARA, ia menyatakan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

    Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditemui di kediamannya di Jakarta, merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyebut Indonesia siap memfasilitasi dialog demi menciptakan kondisi keamanan yang lebih kondusif serta kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.

    Boroujerdi juga menjelaskan bahwa Iran sebelumnya telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali. Namun, menurutnya, setiap negosiasi tersebut berakhir dengan pelanggaran perjanjian atau tindakan militer dari pihak Amerika Serikat.

    Tidak ditemukan pernyataan resmi dari Dubes Iran yang menyebut bahwa Indonesia harus mengurus rakyat miskin atau merendahkan kondisi masyarakat Indonesia seperti yang dinarasikan dalam unggahan media sosial tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Iran menolak mediasi Indonesia sambil meminta Indonesia mengurus rakyat miskin merupakan informasi yang keliru atau tidak benar.

    Klaim: Iran minta Prabowo urus rakyat miskin Indonesia

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/DVbGCRUD6yF/

    Publish date : 2026-03-13

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.