Berita
Murianews, Pati – Beredar sebuah video menampilkan aksi joget-joget dalam acara akhirussanah yang diklaim terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Setelah Tim Cek Fakta Murianews.com melakukan pemeriksaan, video tersebut diketahui tidak terjadi di Pati.
Video itu sendiri kali pertama diunggah akun Instagram recehxixi pada 7 Februari 2026 lalu. Namun, diunggah ulang akun voxnetizen, Senin (9/2/2026) dengan klaim yang menyebutkan peristiwa itu terjadi di Pati.
”Tampilan Drumband di Madrasah Pati Jateng Kok Kayak Gini Ya?,” demikian narasi video unggahan tersebut.
Tampak dalam video tersebut, tampak sejumlah perempuan mengenakan pakaian bernuansa biru putih. Meski berhijab, namun pakaian yang dikenakan tampak ketat.
Namun, setelah diklarifikasi oleh Tim Cek Fakta Murianews.com, peristiwa dalam video yang beredar tersebut tidak terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah melainkan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Penelusuran selengkapnya dapat disimak di halaman berikut.
Penelusuran…
HASIL CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba memeriksa kebenaran video aksi joget-joget di acara akhirussanah yang diklaim di Kabupaten Pati itu secara utuh.
Dalam video, tampak sekilas kata ”Bakung” yang merujuk pada tempat acara itu berlangsung. Di Kabupaten Pati sendiri tidak ada tempat yang bernama Bakung.
Penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com. (Dok. Murianews)
Adapun Bakung, diketahui merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Demak, yakni Desa Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Tim Cek Fakta Murianews.com juga mencoba meminta klarifikasi pada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaikhu.
Saat ditemui, ia membantah peristiwa itu berada di Kabupaten Pati, baik di I’anatut Thalibin Cebolek maupun I’anatut Thalibin Gabus.
”Jadi itu sudah kami klarifikasi. Jadi itu tidak terjadi di Pati. Jadi di Pati itu I'anatut Thalibin itu ada di Gabus, lembaga itu. Tapi ternyata sudah kami klarifikasi, Gabus itu tidak pernah melakukan itu, bahkan tidak melaksanakan Hafalah Akhirussanah,” ungkap dia kepada Murianews.com, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, peristiwa itu berada di Desa Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
”Ternyata setelah kami cek itu ada di Bakung, Guntur, Demak. Itu sudah ada klarifikasi kok dari apa itu organisasi Madrasah Diniyah Kabupaten Pati sudah ada klarifikasi secara umum tertulis itu,” tutur dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengecek kebenaran terlebih dahulu sebelum memberikan komentar maupun memposting video. Postingan yang tak berdasar bisa berpotensi fitnah.
”Ya imbauan kami, yang pertama kami klarifikasi bahwa itu tidak terjadi di Pati. Maka dari itu harapan kami untuk betul-betul dicek kalau sebelum komentar, harapan kami untuk dicek yang sebenarnya gitu. Karena itu merugikan lembaga yang ada di I'anatut Thalibin di Pati,” kata dia.
Ia juga mengimbau kepada madrasah maupun diniyah yang hendak menyelenggarakan Akhirussanah agar tidak menampilkan yang seperti di video itu.
”Imbauan untuk menampilkan hal-hal yang memang ada edukasinya gitu. Yang Islami, yang edukasi, dan harapan kami itu dapat memberi persepsi masyarakat kalau di Madrasah itu memang harus menampilkan hal-hal yang Islami dalam rangka untuk membangun Akhlakul Karimah siswa-siswa kami,” pungkas dia.
Kesimpulan…
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, video aksi joget-joget yang diklaim terjadi di Pati merupakan disinformasi dengan jenis misleading content atau konten menyesatkan.
Video aksi joget-joget di acara Akhirussanah yang tersebar di media sosial tersebut sedianya terjadi di Kabupaten Demak, sebagaimana hasil klarifikasi Kepala Kemenag Pati Ahmad Syaikhu.
Publish date : 2026-02-10

