Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Barang-barang yang Biasa Digunakan Dirumah Pemicu Kanker Itu Salah!
    CekFakta

    Cek Fakta: Barang-barang yang Biasa Digunakan Dirumah Pemicu Kanker Itu Salah!

    Jane DoePublish date2028-12-10
    Sukabumi Update
    Share
    Facebook

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Beredar sebuah postingan di media sosial Instagram yang mengatakan barang-barang yang sering digunakan dirumah adalah penyebab dari datangnya kanker.

    Postingan itu diunggah oleh akun Rumpi Gosip, pada 29 Januari 2026 dan telah mendapatkan like sebanyak 2, 7 ribu. Berikut isi captionnya:

    “Yuk kita mulai memperhatikan kandungan dari semua yang kita gunakan. Wajib Dicatat! Ternyata Barang yang Biasa Dipakai di Rumah Bisa Menjadi Penyebab K4nk3r, Kenali Kandungannya : “Pembersih/Pengharum Ruangan, Tempat Makanan Plastik, Peralatan Masak Anti Lengket, Talenan Plastik, Makanan Kaleng, Detergen Tertentu, Obat Nyamuk, Lilin Aromaterapi dst,” tulisnya.

    Dimana tak sedikit warganet yang khawatir dengan kabar tersebut, banyak yang menanyakan kebenaran hal tersebut.

    Lalu apakah barang-barang yang diposting tersebut benar adanya dapat menimbulkan kanker?

    Cek Fakta

    Mengutip Tempo.co, tim Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mewawancarai dokter spesialis onkologi serta merujuk berbagai sumber kredibel. Faktanya, tidak semua peralatan rumah tangga mengandung zat pemicu kanker. Rendahnya tingkat paparan membuat kaitan benda-benda tersebut sebagai penyebab kanker belum terbukti kuat.

    Ahli bedah onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dr. Asdi Wihandono, menyebut sejumlah faktor pemicu kanker.

    Apakah barang-barang rumah tangga bisa menyebabkan kanker?

    Ahli bedah onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dr. Asdi Wihandono menjelaskan beberapa klaim tersebut:

    Wadah makanan plastik dan talenan plastik dengan jenis plastik tertentu, bisa melepaskan zat seperti senyawa kimia sintetis Bisphenol A (BPA) atau phthalates. Tetapi menurut dia, tidak semua plastik mengandung zat tersebut. Selain itu, pada plastik yang mengandung zat kimia sintetis, paparan sehari-hari umumnya sangat rendah. Sejauh ini, hubungan paparan zat kimia sintetis dengan kanker pada manusia belum kuat.

    Peralatan masak anti lengket (PTFE/Teflon), menurut Asdi, aman digunakan selama tidak dipanaskan berlebihan melebihi 260°C. Risiko paparan dapat muncul jika lapisannya rusak atau terkelupas dan pemanasan yang ekstrem, bukan pada penggunaan normal.

    Makanan kaleng yang lapisan kemasannya mengandung BPA, kata Ardi, secara umum memiliki paparan yang rendah. Hubungannya sebagai penyebab kanker pada manusia dinilai belum kuat.

    Beberapa pengharum ruangan, detergen, lilin aromaterapi mengandung bahan kimia berbasis karbon yang mudah menguap (volatile organic compounds) yang bisa mengiritasi saluran napas. Namun menurut Asdi, iritasi tidak selalu menyebabkan kanker. Bukti karsinogenik langsung pada paparan rumah tangga dinilai sangat lemah.

    Obat nyamuk yang mengandung Insektisida tertentu memang bersifat toksik bila terpapar dosis tinggi misalnya pada pekerja pertanian. Tetapi jika dosis penggunaan rumah tangga sesuai aturan, belum terbukti menyebabkan kanker.

    HASIL CEK FAKTA

    KESIMPULAN

    Sumber: Tempo.co

    Publish date : 2028-12-10

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.