Berita
SuaraJakarta.id - Media sosial kembali diramaikan kabar mengejutkan: Amerika Serikat (AS) disebut keluar dari NATO, lalu Presiden Donald Trump diklaim memilih Indonesia dan Rusia untuk membentuk aliansi militer baru. Klaim ini cepat menyebar dan memantik spekulasi geopolitik. Namun faktanya, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Hasil pemeriksaan fakta menyatakan tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang menyebut AS keluar dari aliansi pertahanan tersebut, apalagi membentuk aliansi baru dengan Indonesia dan Rusia.
Isu tersebut dipastikan menyesatkan oleh pemeriksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) melalui platform TurnBackHoax. Hingga saat ini, AS tetap menjadi anggota aktif NATO, dan tidak ada dokumen kebijakan atau pernyataan resmi yang menyatakan sebaliknya.
Narasi yang menyebut Trump “memilih Indonesia dan Rusia” juga tidak pernah muncul dalam rilis Gedung Putih, NATO, maupun pernyataan resmi pemerintah negara terkait.
Kenapa Klaim Ini Mudah Dipercaya?Klaim seperti ini biasanya dikemas sensasional dan memanfaatkan:
Indonesia sendiri dikenal konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif—tidak berpihak pada blok militer mana pun. Artinya, Indonesia tidak tergabung dalam aliansi militer seperti NATO, dan tidak ada kebijakan resmi untuk membentuk aliansi militer baru dengan negara mana pun.
Klaim bahwa Indonesia “dipilih” masuk aliansi militer baru bersama AS dan Rusia bertentangan dengan prinsip diplomasi Indonesia yang selama ini dijalankan.
Hasil pemeriksaan fakta menyatakan tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang menyebut AS keluar dari aliansi pertahanan tersebut, apalagi membentuk aliansi baru dengan Indonesia dan Rusia.
Isu tersebut dipastikan menyesatkan oleh pemeriksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) melalui platform TurnBackHoax. Hingga saat ini, AS tetap menjadi anggota aktif NATO, dan tidak ada dokumen kebijakan atau pernyataan resmi yang menyatakan sebaliknya.
Narasi yang menyebut Trump “memilih Indonesia dan Rusia” juga tidak pernah muncul dalam rilis Gedung Putih, NATO, maupun pernyataan resmi pemerintah negara terkait.
Kenapa Klaim Ini Mudah Dipercaya?Klaim seperti ini biasanya dikemas sensasional dan memanfaatkan:
Indonesia sendiri dikenal konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif—tidak berpihak pada blok militer mana pun. Artinya, Indonesia tidak tergabung dalam aliansi militer seperti NATO, dan tidak ada kebijakan resmi untuk membentuk aliansi militer baru dengan negara mana pun.
Klaim bahwa Indonesia “dipilih” masuk aliansi militer baru bersama AS dan Rusia bertentangan dengan prinsip diplomasi Indonesia yang selama ini dijalankan.
HASIL CEK FAKTA
KESIMPULAN
1. Klaim AS keluar dari NATO dan membentuk aliansi baru dengan Indonesia dan Rusia adalah HOAKS.2. AS masih anggota NATO, dan tidak ada aliansi militer baru seperti yang viral di media sosial.
Masyarakat diimbau lebih kritis menyaring informasi, terutama isu internasional yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.
Masyarakat diimbau lebih kritis menyaring informasi, terutama isu internasional yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.
Publish date :

