Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru: Video Warga Venezuela Turun ke Jalan Merayakan Penangkapan Presiden Maduro
    CekFakta

    Keliru: Video Warga Venezuela Turun ke Jalan Merayakan Penangkapan Presiden Maduro

    Jane DoePublish date2026-01-12
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita

    VIDEO dengan klaim rakyat Venezuela turun ke jalan untuk merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] pada 4 Januari 2026. 

    Pemilik akun menyebutkan, sebagian warga Venezuela turun ke jalan dan meneriakkan kebebasan. Sementara itu, sejumlah negara dan pihak internasional menyoroti dampak hukum serta geopolitik dari tindakan Amerika Serikat tersebut.



    Namun benarkah video yang memperlihatkan aksi warga Venezuela turun ke jalan usai penangkapan Nicolas Maduro?

    HASIL CEK FAKTA

    Tempo memverifikasi konten itu melalui pengamatan visual, menggunakan alat pencarian gambar terbalik, pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, konten itu dibuat dengan akal imitasi.

    Menggunakan Google Images Reverse Search, hasil pencarian mengarahkan fragmen demonstrasi tersebut pada akun Tiktok @thekindtraveler. Pada bagian takarir, pengunggah menyebut video tersebut bukan karyanya, melainkan diperoleh dari akun Instagram ia.comediante [arsip]. 

    Secara terbuka, akun berbahasa Portugis itu mencantumkan keterangan: “Comediante Artificial - IA Humorista. Comédia gerada por IA. Roteiro, voz e vergonha: tudo artificial (Pelawak Buatan – Humorist AI. Komedi yang dihasilkan oleh AI. Naskah, suara, dan rasa malu: semuanya buatan)”.





    Sejak detik pertama, beberapa warga tampak membentangkan bendera Venezuela berukuran besar di barisan belakang. Analisis manual menyingkap kejanggalan visual pada rentang detik ke-1 hingga ke-12 saat salah satu bendera yang semula memiliki 7 bintang, berubah menjadi 8 bintang. Keanehan juga terlihat pada bagian jemari tangan seorang demonstran pria yang menggenggam lengan demonstran wanita.

    Anomali visual semacam itu merupakan ciri khas kegagalan konsistensi temporal pada konten buatan akal imitasi. Tempo mengonfirmasi temuan ini melalui pengujian menggunakan perangkat deteksi Hive Moderation serta Image Whisperer. Kedua sistem tersebut menyimpulkan bahwa video itu merupakan produk akal imitasi dengan skor probabilitas dari Hive Moderation mencapai 99,8 persen.



    Begitu pula alat deteksi suara deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector yang menilai otentisitas hanya 28 dari 100. Analisis menyebut bahwa suara teriakan warga dalam video itu kemungkinan besar deepfake.



    Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap

    Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela di luar negeri merayakan penculikan Maduro karena gaya kepemimpinan otoriter yang ia jalankan selama 13 tahun. Namun, PolitiFact menyebutkan, sentimen anti-Maduro di dalam negeri Venezuela justru tampak senyap setelah penangkapan oleh AS. Fortune melaporkan kondisi jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari pascaserangan AS. Kantor berita Associated Press turut mengabadikan suasana tenang di jalanan ibu kota tersebut.

    Sementara itu, sejumlah negara seperti Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol mengecam aksi penculikan itu. Melalui unggahan di media sosial X, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB serta menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat merupakan bentuk agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin.

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa video warga Venezuela turun ke jalan merayakan penculikan Presiden Maduro oleh Amerika Serikat adalah keliru.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/DTEz8pgEn1E/?img_index=2

    https://perma.cc/86MD-QYBQ

    https://www.tiktok.com/@thekindtraveler/video/7591657740636933384

    https://www.instagram.com/p/DTDbm-iDtH5/

    https://perma.cc/4D5W-PV8C

    https://www.instagram.com/ia.comediante/?g=5

    https://www.hiya.com/products/deepfake-voice-detector

    https://fortune.com/2026/01/04/venezuelan-people-celebration-maduro-capture-fear-government-repression/ /cdn-cgi/l/email-protection#d7b4b2bcb1b6bca3b697a3b2baa7b8f9b4b8f9beb3

    Publish date : 2026-01-12

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.