Berita
Murianews, Kudus – Beredar video yang menarasikan perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026. Namun setelah diperiksa Tim Cek Fakta Murianews.com, narasi itu hoaks.
Video itusalah satunya diunggah akun facebook bernama ”Calon Jutawan” pada Senin (29/12/2025). Dalam video itu, tampak seorang polisi dengan didampingi dua anggota lainnya tengah melakukan konferensi pers:
”PERHATIAN UNTUK SELURUH MASYARAKAT INDONESIA SAYA TEGASKAN MULAI 01/01/2026 SELURUH LAYANAN KEPOLISIAN YANG BERKAITAN DENGAN PERPANJANGAN SIM SERTA PENGURUSAN BPKB KENDARAAN BERMOTOR BAIK RODA DUA MAUPUN RODA 4 ADALAH GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA DALAM BENTUK APAPUN APABILA DITEMUKAN ANGGOTA POLRI YANG MEMINTA UANG MEMUNGUT BIAYA ATAU MENYALAHGUNAKAN KEWENANGAN SEGERA DOKUMENTASIKAN DAN LAPORKAN SAYA PASTIKAN YANG BERSANGKUTAN AKAN DIPROSES SECARA HUKUM DAN DIJATUHI SANKSI TERBERAT SESUAI KETENTUAN POLRI TIDAK ADA PERLINDUNGAN BAGI PELANGGAR POLRI ADALAH ALAT NEGARA UNTUK MELAYANI,” katanya.
Unggahan disertai narasi:
”Perpanjangan Sim Gratis”
Per Selasa (30/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 6.900-an tanda suka, menuai 1.400 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 2.800 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Pemeriksaan…
Pemeriksaan
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kebenaran dari video itu menggunakan mesin pencarian google dengan memasukkan kata kunci ”perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026”.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Selanjutnya, Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba mencari kebenaran informasi itu dengan menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation.
Berdasarkan hasil deteksi Hive Moderation, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,5 persen.
Kesimpulan…
HASIL CEK FAKTA
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, video berisi narasi perpanjangan SIM dan pengurusan BPKB gratis mulai Januari 2026 merupakan disinformasi jenis fabricated content atau konten palsu.
Konten tersebut diketahui hasil rekayasa AI dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,5 persen.
Publish date : 2025-12-30

