Berita
PESAN berantai di WhatsApp dan Facebook [arsip] menyebarkan klaim menyesatkan mengenai hubungan pemakaian bra dengan risiko kanker payudara. Narasi ini berupaya meyakinkan publik dengan mencatut nama Rumah Sakit Kanker tanpa identitas yang jelas.
Pesan tersebut menyebutkan penggunaan bra hitam pada musim panas serta pemakaian bra berkawat memicu kanker payudara. Kebiasaan mengenakan bra saat tidur juga diklaim memiliki risiko serupa. Selain itu, pengunggah konten menyarankan perempuan menutup dada secara rapat dengan syal ketika berada di bawah terik matahari guna menghindari penyakit tersebut.
Namun, benarkah klaim penggunaan bra berkaitan dengan kanker payudara?
Pesan tersebut menyebutkan penggunaan bra hitam pada musim panas serta pemakaian bra berkawat memicu kanker payudara. Kebiasaan mengenakan bra saat tidur juga diklaim memiliki risiko serupa. Selain itu, pengunggah konten menyarankan perempuan menutup dada secara rapat dengan syal ketika berada di bawah terik matahari guna menghindari penyakit tersebut.
Namun, benarkah klaim penggunaan bra berkaitan dengan kanker payudara?
HASIL CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi deretan klaim tersebut dengan mewawancarai dokter spesialis bedah onkologi dan menggunakan situs kesehatan yang kredibel. Hasilnya, kanker payudara tidak berkaitan dengan pemakaian bra saat tidur atau warna tertentu.
Dosen Divisi Bedah Onkologi Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, dr. Arga Patrianagara, Sp.B (K) Onk menjelaskan, warna hitam memang lebih menyerap panas sehingga dapat menyebabkan tubuh terasa lebih gerah. Namun menurut dia, paparan panas dan berkeringat tidak menyebabkan kanker payudara.
Selain itu, Arga menjelaskan melindungi kulit termasuk payudara sepenuhnya dari paparan sinar ultraviolet matahari memang baik untuk mencegah terjadinya kanker kulit. “Tapi ini juga tidak secara langsung berkaitan dengan pencegahan kanker payudara yang berada di dalam jaringan kelenjar,” kata dia, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Arga Patrianagara, banyak informasi salah yang menyebutkan bra berkawat dapat menyumbat aliran getah bening sedemikian rupa sehingga memicu keganasan. Padahal bra berkawat tidak menyebabkan kanker.
“Ini adalah mitos lama dan informasi yang tidak tepat,” kata dokter subspesialis bedah onkologi itu.
Arga menyarankan agar wanita memilih bra sesuai dengan ukuran payudara. Selain agar lebih nyaman, bra dengan ukuran sesuai bertujuan supaya tidak menyebabkan gangguan pada kulit.
Selama ini, menurut dokter di RS Universitas Airlangga tersebut, banyak perempuan yang kesulitan menentukan ukuran bra yang tepat. “Ukuran yang tidak tepat, menimbulkan rasa tidak nyaman bila dipakai berkepanjangan,” ujarnya.?
Arga juga menegaskan, menggunakan bra saat tidur juga tak membawa risiko kanker payudara. Mengenakan bra saat tidur atau tidak adalah pilihan kenyamanan pribadi.
Penyebab Kanker Payudara
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel ganas berkembang di dalam jaringan payudara. Biasanya, kanker ini dimulai di saluran susu atau lobulus (kelenjar penghasil air susu). Sel-sel ini dapat membentuk tumor yang bisa teraba pada pemeriksaan fisik atau terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria dalam jumlah yang sangat sedikit.
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini, antara lain:
Dosen Divisi Bedah Onkologi Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, dr. Arga Patrianagara, Sp.B (K) Onk menjelaskan, warna hitam memang lebih menyerap panas sehingga dapat menyebabkan tubuh terasa lebih gerah. Namun menurut dia, paparan panas dan berkeringat tidak menyebabkan kanker payudara.
Selain itu, Arga menjelaskan melindungi kulit termasuk payudara sepenuhnya dari paparan sinar ultraviolet matahari memang baik untuk mencegah terjadinya kanker kulit. “Tapi ini juga tidak secara langsung berkaitan dengan pencegahan kanker payudara yang berada di dalam jaringan kelenjar,” kata dia, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurut Arga Patrianagara, banyak informasi salah yang menyebutkan bra berkawat dapat menyumbat aliran getah bening sedemikian rupa sehingga memicu keganasan. Padahal bra berkawat tidak menyebabkan kanker.
“Ini adalah mitos lama dan informasi yang tidak tepat,” kata dokter subspesialis bedah onkologi itu.
Arga menyarankan agar wanita memilih bra sesuai dengan ukuran payudara. Selain agar lebih nyaman, bra dengan ukuran sesuai bertujuan supaya tidak menyebabkan gangguan pada kulit.
Selama ini, menurut dokter di RS Universitas Airlangga tersebut, banyak perempuan yang kesulitan menentukan ukuran bra yang tepat. “Ukuran yang tidak tepat, menimbulkan rasa tidak nyaman bila dipakai berkepanjangan,” ujarnya.?
Arga juga menegaskan, menggunakan bra saat tidur juga tak membawa risiko kanker payudara. Mengenakan bra saat tidur atau tidak adalah pilihan kenyamanan pribadi.
Penyebab Kanker Payudara
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel ganas berkembang di dalam jaringan payudara. Biasanya, kanker ini dimulai di saluran susu atau lobulus (kelenjar penghasil air susu). Sel-sel ini dapat membentuk tumor yang bisa teraba pada pemeriksaan fisik atau terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, tetapi juga dapat terjadi pada pria dalam jumlah yang sangat sedikit.
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini, antara lain:
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa warna, jenis, dan pemakaian bra tertentu dapat menyebabkan kanker payudara adalah keliru.
Rujukan
Publish date : 2025-12-30

