Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Jurnalis Dilarang Investigasi Takut Terbongkar Hasil Pemilu Sebenarnya, “Prabowo 23,69%”
    Misleading Content

    [SALAH] Jurnalis Dilarang Investigasi Takut Terbongkar Hasil Pemilu Sebenarnya, “Prabowo 23,69%”

    Jane DoePublish date2024-05-23
    Share
    Facebook

    Berita

    “Pantas jurnalis dilarang investigasi karena takut terbongkar hasil pemilu yg sebenarnya di media tv swasta yg disabotase. Mirip seperti pemilu 2019. Sudah gunakan bansos, kerahkan kepala daerah dll masih tetap kalah….!”

    “TV DI SABOTASE AGAR TIDAK MENYIARKAN HASIL PEMILU YG SEBENAR NYA. 57.34% Anies, 23.69% prabowo, 16.69% ganjar. tv dilarang siarkan ini”

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar postingan Twitter yang mengklaim bahwa sebenarnya Prabowo kalah pada Pilpres 2024 dengan perolehan suara 23,69%, disebutkan juga bahwa hasil tersebut menjadi sebuah alasan kenapa jurnalis dilarang investigasi karena data asli hasil pemilu takut terbongkar.

    Faktanya data yang dijadikan bukti postingan tersebut merupakan data kesalahan input yang ditayangkan CNN Indonesia pada saat menunjukkan angka hasil real count sementara pada 20 Februari 2024 sekitar pukul 12.24 WIB. Atas kesalahan tersebut Tim Redaksi CNN Indonesia telah meminta maaf melalui Instagram resminya, dan kesalahan tersebut segera diperbaiki saat itu juga.

    Diketahui larangan investigasi bagi jurnalis akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan karena muncul wacana revisi UU Penyiaran yang diisukan pelarangan media melakukan investigasi.

    Dengan demikian, jurnalis dilarang investigasi takut terbongkar hasil pemilu sebenarnya adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Faktanya data yang dijadikan bukti dalam postingan tersebut merupakan data kesalahan input angka realcount yang ditayangkan CNN Indonesia. Atas kejadian tersebut Tim Redaksi CNN Indonesia melalui akun Instagram resminya telah mengkonfirmasi dan meminta maaf atas kesalah input tersebut.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/cnnindonesiatv/p/C3kwg4Yp9ky/

    https://www.akurat.co/viral/1304203441/redaksi-cnn-minta-maaf-atas-kesalahan-input-real-count-anies-57-netizen-makasih-sudah-menghibur-pendukung-01

    https://nasional.kompas.com/read/2024/05/14/18101711/dewan-pers-tolak-revisi-uu-penyiaran-karena-melarang-media-investigasi

    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240515125818-32-1097880/mahfud-soal-ruu-penyiaran-keblinger-masa-media-tak-boleh-investigasi

    Publish date : 2024-05-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.