Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Bill Gates Melepaskan Nyamuk Penyebar Kaki Gajah di Bali
    CekFakta

    [HOAKS] Bill Gates Melepaskan Nyamuk Penyebar Kaki Gajah di Bali

    Jane DoePublish date2024-04-23
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Tersiar narasi tentang pelepasan nyamuk di Bali yang diprakarsai oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

    Nyamuk yang disebut wolbachia itu diklaim sengaja disebarkan untuk menularkan penyakit filariasi atau kaki gajah.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi soal pelepasan nyamuk wolbachia di Bali dengan prakarsa Bill Gates dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada April 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    *_BALI dikeroyok NYAMUK BILL GATES ????_*. apakah kita rela NKRI digadaikan jokowi kpd bill gates demi dinasti jokowi...

    Konten Facebook itu memuat video berisi narasi nyamuk wolbachia adalah senjata Bill Gates untuk menyebarkan penyakit.

    "Ini keadaan kita genting banget. Anak-anak saudara nanti kakinya akan elephantiasis, kaki gajah...Program ini program depopulasi," kata narator dalam video.

    HASIL CEK FAKTA

    Narasi keliru tentang nyamuk wolbachia marak beredar di media sosial. Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah hoaks terkait wolbachia dan merangkumnya di sini.

    Nyamuk wolbachia merupakan strategi pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Strategi ini mencakup pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang diberi bakteri wolbachia.

    Wolbachia adalah bakteri yang dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga virus tersebut tidak akan menular ke tubuh manusia.

    Selain itu, jika Aedes aegypti jantan yang telah diinfeksi wolbachia kawin dengan Aedes aegypti betina, maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblokir.

    Wolbachia merupakan bakteri yang secara alami ada pada hampir 70 persen spesies serangga di dunia, termasuk lalat, lebah, kupu-kupu, dan nyamuk.

    Bali menjadi salah satu wilayah uji coba pelepasan nyamuk wolbachia untuk menekan penularan DBD melalui kerja sama Kemenkes dengan World Mosquito Program (WMP).

    WMP merupakan organisasi non-pemerintah yang dimiliki oleh Monash University, Australia, yang bekerja untuk melindungi masyarakat global dari penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah, zika, demam kuning, dan chikungunya.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pelepasan nyamuk wolbachia di Bali ditangguhkan karena sebagian masyarakat masih belum siap dengan program tersebut.

    "Sekarang sedang kita bahas dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menunda dulu pelepasan Wolbachia, dan melakukan sosialisasi sampai masyarakat siap," kata Nadia, seperti diberitakan Kompas.com, 17 November 2023.

    WMP juga berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melalui pendanaan Yayasan Tahija.

    Uji coba penyebaran nyamuk wolbachia yang dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul mampu menekan kasus demam berdarah sampai 77 persen.

    Teknologi wolbachia lantas menjadi studi pendahuluan di lima kota, yakni Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.

    Klaim nyamuk wolbachia dapat menularkan penyakit filariasis atau kaki gajah dibantah oleh peneliti dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Adi Utarini.

    Utarini mengatakan, tidak ada kaitan antara penyakit filariasis dengan teknologi wolbachia yang digunakan pada nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

    "Wolbachia yang ada pada cacing yang menyebabkan filariasis itu berbeda jenisnya dengan wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Jadi wolbachia ini bukan hanya satu jenis, tetapi ada ribuan jenis," kata Utarini, seperti diberitakan Antara, 20 November 2023.

    Adapun penyakit kaki gajah disebabkan oleh infeksi parasit yang diklasifikasikan sebagai nematoda (cacing gelang) dari famili Filariodidea.

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi soal pelepasan nyamuk wolbachia di Bali oleh Bill Gates adalah hoaks.

    Pelepasan nyamuk wolbachia di Bali merupakan kerja sama Kemenkes dengan World Mosquito Program (WMP), organisasi non-pemerintah milik Monash University, Australia.

    Pelepasan nyamuk wolbachia di Bali ditunda karena sebagian masyarakat masih belum siap dengan program tersebut.

    Klaim nyamuk itu akan digunakan untuk menyebarkan penyakit kaki gajah juga keliru.

    Tidak ada kaitan antara penyakit filariasis dengan teknologi wolbachia yang digunakan pada nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/61554055797622/videos/459771673288684

    https://www.facebook.com/100008352752445/videos/1101255214425798

    https://www.facebook.com/darsu.cgat/videos/460232283176145/

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10219972757388155&id=1799338723&mibextid=oFDknk&rdid=7d7UE7hoIvS6RIMO

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/11/30/101100782/hoaks-dan-fakta-seputar-nyamuk-wolbachia?page=all

    https://nasional.kompas.com/read/2023/11/17/17273011/kemenkes-tunda-pelepasan-jentik-nyamuk-berbakteri-wolbachia-di-bali

    https://www.antaranews.com/berita/3831855/peneliti-ugm-tidak-ada-kaitan-japanese-encephalitis-dengan-wolbachia

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-04-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.