[SALAH] Video Perbandingan Makanan Asli dan Palsu yang Dibuat di China

Sumber: twitter.com
Tanggal publish: 25/08/2020

Berita

Akun Twitter Uyghur News Network TV (@UNNTV1) mengunggah sebuah video dengan disertai narasi yang menggambarkan agar tidak memakan makanan yang dibuat di China pada 19 Agustus 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 991 retweets, 1.197 likes, dan 49 komentar.

Berikut kutipan narasinya:

“Hope you didn't eat any #MadeInChina food.
#ChinaVirus #CCP #CCPVirus”
“Semoga Anda tidak makan makanan #MadeInChina.
#ChinaVirus #CCP #CCPVirus”

Hasil Cek Fakta

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan potongan video yang berasal dari unggahan akun Facebook Blossom yang diunggah pada 1 Juni 2019 dengan judul "Is your food fake or real? Find out with these 16 easy tests at home!". Namun, unggahan asli dari akun Facebook Blossom itu telah dihapus karena beberapa dari klaim di video tersebut salah dan menyesatkan berdasarkan dari hasil pemeriksaan fakta. Video serupa diunggah kembali oleh akun YouTube Rytopia dengan judul “Fake Food vs Real Food Test. What is in it that we eat?” pada 3 Juni 2019.

Dikutip dari laman Snopes, 16 tes yang diuraikan dalam video tersebut merupakan campuran dari kepalsuan, mitos perkotaan daur ulang, satu atau dua eksperimen yang memiliki butir kebenaran, dan beberapa tes yang membahas jenis pemalsuan yang tidak ada di Amerika Serikat dan banyak negara lain, tetapi telah dilaporkan di India dan beberapa negara berkembang. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan konsumen harus yakin bahwa sebagian besar praktik yang diilustrasikan dalam video tersebut tidak legal di Amerika Serikat dan produk apa pun yang diatur FDA yang melanggar atau tampak melanggar Undang-Undang Makanan, Obat, dan Kosmetik Federal, dapat disita, penarikan wajib, atau tindakan penegakan hukum lainnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, unggahan akun Twitter @UNNTV1 (Uyghur News Network TV) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah/False Context. Hal ini dikarenakan unggahan tersebut tidak menggambarkan makanan yang dibuat di China.

Rujukan

  • Mafindo
  • 1 media telah memverifikasi klaim ini