Keliru, Artikel Masjid Bangladesh Terbakar yang Menyebabkan 50 Jemaah Meninggal Dunia

Dua situs memuat artikel tentang masjid di Bangladesh yang terbakar dan menyebabkan 50 jemaah meninggal dunia. Artikel itu dimuat di situs Hidayah Religi pada Juli 2022 dan situs Klik Viral pada Juni 2022.   Di dalam artikel, terdapat dua foto yang berbeda dan menampakkan sebuah masjid yang terbakar hebat. Narasi pada artikel tersebut memuat penjelasan bahwa kebakaran itu terjadi pada sebuah masjid di Kota Narayani, Bangladesh. Dua situs memuat kabar bombastis mengenai masjid yang meledak saat sholat Jumat dan menewaskan 50 orang jemaah. Berdasarkan unggahan tersebut, Tempo akan memverifikasi dua hal ini:

Hasil verifikasi Tempo, menunjukkan bahwa dua foto yang digunakan baik oleh situs Hidayah Religi dan Klik Viral bukan peristiwa terbakarnya masjid di Kota Narayani, Bangladesh. Peristiwa kebakaran tersebut juga tidak menyebabkan 50 korban tewas, melainkan 30 orang. Pertama, Tempo menelusuri fakta atas dua foto yang diunggah oleh dua situs  tersebut dengan menggunakan reverse image milik Yandex dan Google. Berikut ini fakta-faktanya: Foto 1 Masjid Taqarrub di Gampong Alue Bungkuh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara terbakar, Sabtu, 28 Desember 2019 pagi Fakta: Tempo menemukan akun YouTube Aceh Asia mengunggah video yang sama dengan peristiwa foto di atas. Pada detik ke 00:46, potongan gambar video identik dengan foto tersebut. Video diunggah pada 28 Desember 2019 berjudul “Masjid Taqarrub dan 8 Kedai Terbakar di Gampong Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timur, Aceh Utara”. Media lokal AJNN.net memuat berita kebakaran itu pada 28 Desember 2019. Disebutkan bahwa Masjid Taqarrub di Gampong Alue Bungkuh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara terbakar, Sabtu, 28 Desember 2019 pagi. Seorang saksi mata, Ismuhar, mengatakan bahwa kubah dan sejumlah fasilitas masjid Taqarrub habis terbakar. Foto 2 Foto Masjid Agung Belopa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang terbakar pada Selasa 29 Januari 2019 Fakta: Foto ini adalah foto Masjid Agung Belopa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang terbakar pada Selasa 29 Januari 2019 lalu. Api membakar kubah utama yang sedang direnovasi dan sejumlah titik di bagian atas masjid raya milik Pemkab Luwu itu. Sejumlah media lokal dan nasional mengunggah foto ini, salah satunya Pojok Satu. Foto ini juga identik dengan video pada akun Youtube Tempo yang berjudul Detik-Detik Kubah Masjid Agung Luwu Terbakar. Hasil pengecekan peta dari Google Street View yang merekam lokasi ini pada Oktober 2019, Tempo mendapatkan kesamaan pada arsitektur dan warna masjid.  Hasil perekaman Google Street View sebelum Masjid Agung Luwu terbakar. Jumlah korban terbakarnya masjid di Bangladesh Masjid di Kota Narayani, Bangladesh, terbakar pada 4 September 2020, sesuai pemberitaan dari Anadolu Agency. Disebutkan dalam berita tersebut, sedikitnya 20 orang tewas dan 17 lainnya berada dalam kondisi kritis. Kebakaran itu diduga karena AC yang meledak saat salat sedang berlangsung. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh, Ershad Hossain mengkonfirmasi jumlah korban tewas tersebut. Menurut wakil asisten direktur Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh, Anayet Hossain, para pasien dalam kondisi kritis mengalami luka bakar pada trakea. Dia mengutip seorang dokter di rumah sakit yang mengatakan korban luka bakar menutupi 30% hingga 70% dari tubuh mereka. Bukan media kredibel Situs http://www.hidayahreligi.website/ dan https://www.klikviral.xyz/   bukanlah situs media yang kredibel karena hanya mengambil konten dari situs media lain tanpa menyebutkan sumbernya. Artikel yang dimuat merupakan peristiwa 4 September 2020 yang dimuat ulang pada Juli 2022. Selain itu, situs tersebut tidak mencantumkan penanggung jawab media, susunan redaksi dan nomor kontak dan alamat perusahaan. Padahal, ketentuan terkait ini diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan." Selain itu, dalam situs tersebut, tidak ditemukan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Padahal, kewajiban untuk memuat Pedoman Pemberitaan Media Siber oleh perusahaan media juga tercantum dalam Pasal 8 Undang-Undang Pers.

Dari pemeriksaan fakta di atas, artikel tentang masjid terbakar saat shalat Jumat yang menyebabkan 50 jemaah meninggal dunia adalah keliru.  Dua foto yang dimuat adalah terbakarnya masjid di Aceh Utara dan Luwu, bukan di Bangladesh seperti yang tertulis dalam artikel. Selain itu, masjid di Kota Narayani, Bangladesh terbakar pada 4 September 2020, bukan tahun 2022. Jumlah korban mencapai 50 orang juga tidak akurat. 

http://www.hidayahreligi.website/2022/07/innalillahi-masjid-meledak-saat-sholat.html http://www.hidayahreligi.website/2022/07/innalillahi-masjid-meledak-saat-sholat.html https://www.klikviral.xyz/2022/06/innalillahi-wa-inna-illaihi-rojiun_7.html https://www.youtube.com/watch?v=sqSS8ee0EGU https://www.ajnn.net/news/satu-orang-terbakar-dalam-tragedi-kebakaran-alue-bungkoh/index.html https://pojoksatu.id/sulsel/2019/01/29/masjid-agung-belopa-luwu-terbakar-padahal-baru-direnovasi-foto-fotonya/ https://www.youtube.com/watch?v=tIF61Zumyx8 https://www.aa.com.tr/en/asia-pacific/bangladesh-20-die-17-injured-in-mosque-blasts/1963695 http://www.hidayahreligi.website/ https://www.klikviral.xyz/ https://wa.me/6281315777057

Publish date : 2022-07-20