Kumpulan informasi salah yang sudah diverifikasi.

  • [SALAH] Mata Jenazah Covid-19 diambil tanpa Sepengetahuan Keluarga

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/07/2021

    Berita

    “Mudah” di urang mah te aya nu kiye…

    Hasil Cek Fakta

    Beredar informasi dari akun Facebook Toto Bareto Sendal Jepit berupa sebuah video berisikan klaim bahwa mata jenazah Covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarganya. Postingan ini disukai sebanyak 16 ribu kali, dikomentari 70 kali, dan disebarkan kembali 102 ribu kali.

    Hoax ini sudah beredar berulang kali sejak bulan November 2020 lalu dengan klaim yang sama yaitu hilangnya bola mata dari jenazah yang dianggap positif Covid-19. dr Shodiq Tjahjono selaku Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan tidak ada pengambilan bola mata dari jenazah itu karena pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19 sudah disaksikan oleh pihak keluarga. Jenazah tersebut dikonfirmasi positif Covid-19 dan memiliki riwayat stroke dan hipertensi, pihak keluarga membuka peti jenazah tersebut karena ibunya ingin melihatnya untuk terakhir kali dan ternyata kondisi jenazah itu mengalami pendarahan yang keluar dari hidung.

    Ugas Irwanto selaku Koordinator Penegakan Hukum Satgas COVID-19 menjelaskan bahwa pendarahan tesebut diakibatkan oleh pembuluh darah di bagian kepala yang pecah sehingga menimbulkan pendarahan di sejumlah bagian seperti melalui mata, jenazah kemudian dibuka dan dimandikan kembali oleh pihak keluarga.

    Melihat dari penjelasan tersebut video mata jenazah pasien Covid-19 diambil tanpa sepengetahuan keluarganya adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Tidak ada organ yang diambil dari jenazah tersebut yang diketahui positif Covid-19 dan memiliki riwayat stroke dan hipertensi, pendarahan tersebut diakibatkan karena pecahnya pembuluh darah di bagian kepala.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “PESTA MIRAS TKA CINA DI MASA PANDEMI”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/07/2021

    Berita

    “Sulawesi Jeneponto. Pesta miras TKA CHINA di restoran pd hari Jum’at kemarin. Pemuda Jeneponto merazia tanpa melibatkan TNI polisi pol pp. Aparat petugas keamanan negara ternyata hy menjaga aman nyaman TKA CHINA pesta pora. Aparat mengejar merazia pedagang kecil menutup Masjid dan akses jalan.” (di post)

    Di dalam video: “Masjid kau Jaga pakai senjata laras panjang seolah yang mau ke masjid kau anggap penjahat,TKA Cina Mabok-mabok kau cengegesan, Pribumi kau injak-injak TKA cina kau istimewakan!!!
    PESTA MIRAS TKA CINA DI MASA PANDEMI
    Wajib diberi “PELAJARAN” para TKA cina pesta miras menjelang ibadah jumat disalahsatu cafe di Jeneponto, dibubarkan oleh para pemuda setempat.
    Wahai para DKM lihatlah!! Kalian tutup masjid sehingga rakyat tidak melakukan shalat Jumat, itu suatu kezaliman, apa bedanya kalian dengan mereka yang mengadakan pesta miras dikala kami harus ibadah ke masjid. tapi kalian larang dan tutup masjid.? kemana wapres yang katanya Ulama’ itu? Apa dia sudah jadi Mantan Ulama”?”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang sudah beredar sebelumnya pada tahun 2017 menambahkan narasi yang menghubungkan dengan masa Pandemi dan penerapan PPKM saat ini, sehingga menimbulkan kesimpulan KELIRU.

    Salah satu sumber video yang membagikan pada 21 Juli 2017, akun “Iding Maronta Daeng Matua” ke grup “INFO KEJADIAN KOTA MAKASSAR (INKAM)”: “Pesta miras TKA Cina menjelang ibadah jumat disalah satu cafe di Jeneponto, mendapat sorotan para pemuda setempat dgn membubarkan pesta tersebut”

    TRIBUNJENEPONTO.COM pada 21 Juli 2017: “Puluhan tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok menggelar pertemuan di cafe, Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat (21/07/2017) siang.”

    abadikini.com pada 22 Juli 2017: “Pesta miras tenaga kerja asal China berlangsung di Cafe 88, Jalan Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Jumat (21/7/2017).”

    Kesimpulan

    BUKAN di masa Pandemi. FAKTANYA, video sudah pernah beredar sebelumnya pada tahun 2017, sehingga dari aspek waktu TIDAK berkaitan dengan masa Pandemi atau kebijakan PPKM yang sedang diterapkan saat ini.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “pengurusan Covid di Indon”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/07/2021

    Berita

    “pengurusan Covid di Indon they have arrived to the point of choosing who shall stay alive and who shall not…”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video yang TIDAK berkaitan dengan Indonesia yang menimbulkan kesimpulan KELIRU, karena menambahkan narasi yang menghubungkan dengan Indonesia. Salah satu sumber video, Page Facebook “Family Shop” pada 22 Juni 2021. Google Translate: “dịch như này thì chỉ có mà chết” (deteksi otomatis, terdeteksi Bahasa Vietnam) > “Terjemahan karena ini hanya mati” (Bahasa Indonesia)

    Kesimpulan

    TIDAK berkaitan dengan Indonesia. FAKTANYA, selain bahasa yang digunakan di video BUKAN bahasa Indonesia, video yang identik sudah diunggah sebelumnya pada bulan Juni lalu oleh sebuah Page Facebook yang berbahasa Vietnam.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “INNALILLAH. ANIES BASWEDAN SEMPAT MENJENGUK BIMA ARYA. KELUARGA HANYA BISA HISTERIS”

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 24/07/2021

    Berita

    “BERITA HARI INI~ANIES BASWEDAN SEMPAT MENJENGUK,KELUARGA BIMA ARYA H15.TER15~VIRAL BIMA ARYA TERBARU”

    Hasil Cek Fakta

    Video berdurasi 8 menit 40 detik yang diunggah oleh channel Youtube bernama kabar NKRI memuat tentang kondisi Bima Arya yang menurut narasi pada thumbnail video mengindikasikan bahwa ia telah meninggal dunia, indikasi tersebut pula diperkuat dengan foto thumbnail yang memperlihatkan seorang pasien rumah sakit yang tubuhnya telah ditutup oleh kain kafan selayaknya seorang jenazah.

    Namun setelah video tersebut diputar, informasi yang disampaikan ialah informasi mengenai permasalahan hukum antara Bima Arya dan Habib Rizieq Shihab terkait kasus Swab Test di rumah sakit UMMI Bogor.

    Selain itu, video tersebut memuat tentang pendapat ahli hukum Refly Harun terkait permasalahan kasus swab test dan juga pendapatnya terkait aksi teror yang dilakukan warganet kepada Bima Arya pada akun Instagram pribadinya usai adanya kabar terkait meninggalnya Jaksa Nanang Gunaryanto.

    Terkait dengan Anies Baswedan yang dikatakan pula sempat menjenguk Bima Arya sebagaimana narasi pada thumbnail video ialah informasi yang salah, karena dalam video tersebut kunjungan yang dilakukan oleh Anies Baswedan merupakan kunjungan dalam rangka melakukan inspeksi fasilitas kesehatan bukanlah kunjungan yang dilakukan untuk menjenguk Bima Arya.

    Lalu, bila melihat rekam jejak digital pada berbagai media sosial pribadi Bima Arya, keadaan Bima Arya hingga saat ini masih dikatakan sehat, karena melansir dari akun Instagram pribadinya yaitu @bimaaryasugiarto, pada tanggal 21 Juli 2021 lalu, ia baru saja melakukan kunjungan ke salah satu pondok pesantren yang ada di kota Bogor, selain itu pada tanggal 23 Juli 2021, ia juga melakukan peninjauan langsung dibeberapa titik bersama Kapolresta Bogor dalam hal pemberlakuan ganjil genap. Tidak hanya itu, melansir dari akun Twitternya, yaitu @BimaAryaS, pada tanggal 23 Juli 2021, ia baru mengunggah tweet terbaru terkait kondisinya saat itu yang sedang dalam keadaan santai sambil menyantap roti maryam dan meminum teh hangat dengan ditemani oleh keluarganya, hal tersebut mengindikasikan bahwa, pada saat ini Bima Arya masih dalam keadaan sehat.

    Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait kondisi Bima Arya yang diindikasikan telah meninggal dunia ialah informasi salah atau masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta). Informasi tersebut salah. Faktanya informasi pada video yang diunggah oleh channel Youtube kabar NKRI tersebut tidak memuat informasi yang sesuai dengan narasi yang tertera pada thumbnail video.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini