• [SALAH] Mendikbud Melarang Pemakaian Jilbab di Sekolah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/03/2021

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Andema ID memposting sebuah gambar yang diketahui adalah Nadiem Makarim dengan narasi berisikan klaim bahwa Nadiem melarang pemakaian jilbab di sekolah. Postingan tersebut disukai 51 kali, dikomentari 51 kali, dan disebarkan kembali 326 kali.
    Mendikbud Larang Pemakaian Jilbab di Sekolah

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan artikel dari tirto.id, tiga Menteri Jokowi yaitu Ketiga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menandatangani dan menerbitkan regulasi baru. Aturan tersebut melarang memaksa dan mewajibkan pemakaian seragam agama tertentu yang berlaku untuk siswa hingga guru di sekolah negeri.

    “Institusi sekolah tidak boleh lagi mewajibkan siswa maupun tenaga kependidikan menggunakan seragam dengan atribut keagamaan tertentu. Agama apa pun itu. Penggunaan seragam sekolah dengan atribut keagamaan di sekolah negeri merupakan keputusan murid dan guru sebagai individu,” kata Nadiem Makarim pada saat penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri pada 3 Februari 2021.

    Isi Surat dari SKB 3 menteri terdiri dari 6 aturan, yaitu:

    Regulasi seragam hanya berlaku untuk sekolah negeri yang diselenggarakan pemerintah daerah;
    Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan berhak memilih antara: a) seragam dan atribut tanpa kekhususan agama, atau b) seragam dan atribut dengan kekhususan agama;
    Pemerintah daerah dan sekolah tidak boleh mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama;
    Pemerintah daerah dan kepala sekolah wajib mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama paling lama 30 hari kerja sejak keputusan bersama ini ditetapkan;
    Jika terjadi pelanggaran terhadap keputusan bersama ini, maka sanksi akan diberikan kepada pihak yang melanggar: a) Pemerintah daerah memberikan sanksi kepada kepala sekolah, pendidik, dan/atau tenaga kependidikan. b) Gubernur memberikan sanksi kepada bupati/wali kota. Kemendagri memberikan sanksi kepada gubernur Kemendikbud memberikan sanksi kepada sekolah terkait Bantuan Operasional Sekolah dan bantuan pemerintah lainnya. c) Tindak lanjut atas pelanggaran akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. d) Kemenag melakukan pendampingan praktik agama yang moderat dan dapat memberikan pertimbangan untuk pemberian dan penghentian sanksi;
    Peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh dikecualikan dari ketentuan SKB sesuai kekhususan Aceh berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan terkait pemerintahan Aceh.
    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim Nadiem melarang pemakaian jilbab di sekolah adalah tidak benar, keputusan SKB 3 menteri mengatur pelarangan ataupun mewajibkan pemakaian artibut agama tertentu sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Informasi yang salah. Hasil dari SKB 3 Menteri adalah larangan memaksa dan mewajibkan seragam agama tertentu di sekolah negeri untuk guru dan murid.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Mata Uang Timor Leste Bergambar Pakaian Adat Rote

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/03/2021

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Zhemy Bessie memposting sebuah gambar uang dengan pakaian Adat Rote yang diklaim adalah mata uang Timor Leste. Postingan tersebut disukai 13 kali, dikomentari 1 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan artikel dari merdeka.com, Jesuino Dos Reis Matos C selaku Konsul Republik Demokratik Timor Leste menjelaskan Timor Leste masih menggunakan Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang. Duta Besar Indonesia Untuk Republik Demokratik Timor Leste, Sahat Sitorus setelah mengonfirmasi pada Banco Central Timor Leste menyatakan bahwa uang tersebut adalah uang palsu.

    “Kami akan coba cek ke Banco Sentralnya. Saya belum pernah mendengar informasi tersebut, dan bahkan belum pernah melihat sendiri fisiknya. Akan coba mencari info tentang hal tersebut, sejauh ini mata uang resmi Timor Leste masih Dolar AS dan ada uang logam 100 Centavos atau senilai 1 Dolar AS. Jawaban Bank Central, bahwa itu hoaks,” Kata Sahat Sitorus.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim uang Timor Leste bergambarkan pakaian Adat Rote adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Informasi yang salah. Negara Timor Leste menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat bukan uang yang bergambarkan pakaian Adat Rote.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun WhatsApp Wakil Bupati Sinjai Meminta Transfer Sejumlah Dana

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/03/2021

    Berita

    “Jadi begini pak syamsudin. Ini saya mau menyampaikan bahwa kami jajaran staf dan juga donatur ada sedikit rejeki yang insya’allah akan kami bagikan ke masjid Baburrahman dan juga anak yatim. Saya berharap bpk berkenan menerima bantuan kami dan membantu kami untuk menyalurkan santunan anak yatim di sekitaran tempat bpk
    Bisa bpk kirimkan ke saya nomer rekening masjid nya pak ?? Agar staf bendahara kami nanti bisa segera memproseskan dana nya pak
    Dan saya sekalian mau minta tolong apa bisa pak ?
    Ini saya mau minta tolong pihak masjid untuk mewakilkan saya memberikan santunan ke keluarga alm bpk wito.
    Terakhir kali saya dapat info kalau sekarang di Jakarta pak
    Nanti akan saya kirimkan nomer keluarga almarhum ke bpk,agar bpk bisa menyampaikan dan meminya nomer rekening keluarga almarhum secara langsung pak”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun WhatsApp Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong. Akun WhatsApp tersebut melakukan komunikasi dengan salah satu pengurus Masjid Baburrahman dengan modus donasi. Pada mulanya, akun tersebut menyampaikan keinginannya untuk memberikan donasi kepada Masjid Baburrahman. Akun tersebut kemudian juga meminta pengurus masjid untuk membantu menyalurkan dana untuk anggota keluarga almarhum Bapak Wito.

    Melansir dari Bone Pos, Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut adalah bukan miliknya. Kartini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

    Dengan demikian, akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Melansir dari Bone Pos, Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya menegaskan bahwa akun WhatsApp tersebut adalah bukan miliknya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Masa Lockdown di Kanada Berakhir Sejak 1 Maret 2021

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/03/2021

    Berita

    “Effective March 1, 2021, the Covid lockdown in Canada is over.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook tentang Kanada yang akan mengakhiri masa lockdown pada 1 Maret 2021. Unggahan dari akun bernama Rithjie Dube ini pun telah diserbarkan ulang sebanyak 88 kali dan telah mendapat berbagai respon dari masyarakat.

    Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa Kanada akan mengakhiri lockdown pada 1 Maret 2021 adalah hoaks. Melansir dari artikel AFP Kanada, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kanada menyatakan dengan tegas bahwa informasi tersebut adalah salah, dan dokumen yang diunggah merupakan dokumen yang tidak resmi.

    Juru Bicara Kementrian Kesehatan Kanada menyatakan bahwa setiap provinsi di Kanada memiliki pendekatan yang berbeda perihal lockdown Covid-16. Jadi tidak dapat dikatakan bahwa Kanada sepenuhnya akan mengakhiri masa lockdown pada tanggal 1 Maret 2021.

    Dari hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Kanada akan mengakhiri masa lockdown pada 1 Maret 2021 adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya klaim tersebut salah. Kanada memiliki pendekatan yang berbeda-beda perihal masa lockdown di setiap provinsi. Hal ini mengartikan bahwa tidak seluruh bagian negara Kanada telah mengakhiri masa lockdown.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini