• [SALAH] “Lagi, korban kecanduan game online jadi gila”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/12/2019

    Berita

    Video suntingan. Pembuat video tersebut telah menyatakan bahwa dia membuat video tersebut dengan fitur filter instagram. Dia juga menyatakan bahwa matanya masih normal dan dia bukanlah Iwan yang disebut di video tersebut.

    Beredar video yang diklaim sebagai “korban kecanduan game online” di media sosial Facebook, Twitter, Youtube dan Instagram. Video tersebut juga beredar melalui aplikasi percakapan Whatsapp.

    Beberapa sumber:
    1. Facebook : http://bit.ly/38dDLir (Pencarian publik)
    2. Twitter : https://perma.cc/5AP5-Z6GB (Arsip)
    3. Instagram : https://perma.cc/VJ22-46L9 (Arsip)
    4. Youtube : https://perma.cc/QNB6-EPET (Arsip)

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya video yang diunggah oleh beberapa sumber tersebut adalah video yang sudah mengalami proses penyuntingan.

    Pembuat video tersebut telah mengklarifikasi bahwa dia membuat video tersebut dengan fitur filter instagram. Dia juga menyatakan bahwa matanya masih normal dan dia bukanlah Iwan yang disebut di video tersebut.

    Video pernyataan dari pembuat video bisa ditonton di


    Video berita MNC TV yang mengawali video tersebut adalah video yang diunggah oleh kanal Official iNews pada 23 Juli 2019 dengan judul “Pemuda di Bekasi Kecanduan Game Online Hingga Gangguan Jiwa – LIS 23/07” begitu juga suara narator yang membawakan narasi berita di video itu.

    Namun, pada video yang diunggah oleh sumber klaim, video liputan tentang Iwan Setiawan diganti dengan video yang dibuat dengan menggunakan fitur filter di Instagram oleh pemilik akun instagram Raven Anandio (instagram.com/ravenanandio).

    Terkait dengan nama Iwan Setiawan yang disebut-sebut di video berita MNC TV dan video dari sumber klaim, perawat Iwan Setiawan atau yang dikenal sebagai Wawan dari PSM Gerak Cepat Bersama, Sri Pujiawati, mengatakan Wawan memang mengalami skizofrenia, tetapi bukan karena kecanduan game.

    “Dia kena skizofrenia karena kedua orang tuanya meninggal. Dia jadi punya tingkat kecemasan yang tinggi, makanya tangannya seperti itu. Dia nggak kecanduan game,” kata Sri, Jumat (19/7/2019).

    Sri menyebut mendampingi Wawan sejak 2016. Sepengetahuannya, gangguan jiwa yang dialami Wawan bukan karena main game.

    “Sebenarnya Iwan (Wawan) bukan sakit karena game online. Saya dampingi Iwan dari 2016,” imbuh Sri.

    Ia menambahkan, Wawan diamankan dari Tasikmalaya belasan tahun lalu. Wawan juga sempat beberapa kali dibawa ke RS Cisarua.

    “Kalau IS tangannya begitu karena rasa cemas yang tinggi, permasalahan yang enggak pernah dikeluarkan. Jari tangannya enggak mau diam bukan berarti karena enggak bisa main handphone,” timpal Ketua LSM Gerak Cepat Bersama, Farian dalam sambungan telepon yang sama.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Aplikasi DANA Adalah Buatan China Dan Memiliki Nama Asli Alipay

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/12/2019

    Berita

    Melalui media sosial Facebook, sebuah akun bernama @BisnisDigitalPayment membagikan unggahan yang menyebut bahwa aplikasi berbasis dompet digital (e-wallet) DANA adalah buatan China yang mempunyai nama asli Alipay. Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa aplikasi dompet digital DANA merupakan besutan anak muda dalam negeri.



    NARASI:

    RENUNGKAN !!! ????Alipay buatan China di banggakan di Indonesia.
    ????PayPal buatan Amerika di agungkan di Indonesia.
    ????Worldpay buatan Inggris di junjung tinggi di Indonesia.
    ????#PayTren buatan Indonesia yang di akui Oleh Pemerintah Republik Indonesia, Ternyata Bagi Bangsa dan Masyaraktnya Sendiri Masih Kebanyakan Gak Paham Tentang Visi dan Misi Besarnya. Kita Bangsa Indonesia Sedang dijajah Ekonomi Bos… Hari ini Alipay anak perusahaan Alibaba China disahkan menjadi alat bayar non tunai di Indonesia. Mereka tidak menggunakan nama “alipay” di sini tapi menggunakan nama “DANA” supaya tidak dicurigai rakyat. Serta menggandeng Emtek Group.
    Dengan disahkan Alipay maka buyarkan kedaulatan keuangan di Republik Indonesia karena Alipay adalah eMoney asing pertama yang disetujui pemerintah. Sebelumnya ada eMoney (Bank Mandiri) ) Flazz (Bank BCA) Tapcash (Bank BNI) Tcash Telkomsel Paytrend (Ustadz Yusuf Mansyur). Semua milik dalam negeri

    Karena pemerintah sudah sedemikian open maka kita tak bisa berharap pada regulasi. Kita yang harus memilih menggunakan cashless money yang mana. Utamakanlah yg dikeluarkan bank BUMN dan yg syariah.

    Mari kita bayangkan bahwa jika menggunaka cashless money DANA (qq Alipay) maka kita harus mendepositkan nilai tertentu (misalnya 100 ribu) ke bank mereka dan uang itu akan mengendap di sana sebelum dipakai oleh kita.

    Nantinya DANA (qq Alipay) pasti akan bekerjasama dengan toko2 tertentu dimana kalau belanja di toko tsb dengan kartu DANA maka akan ada diskon khusus 40% misalnya. Jadi tujuan jangka panjangnya bisa bersifat strategis karena masyrakat diarahkan hanya belanja menggunakan kartu DANA ke toko2 yang berafiliasi dengan mereka. Akhirnya arus uang dan arus retail bisa dikendalikan oleh mereka.
    Karena itu ke depan sangat penting kita memilih kartu non tunai (cashless) yang tepat dan bukan memperkaya bangsa lain.

    PASTIKAN PAKAI 100% HASIL KARYA ANAK BANGSA… BERJAMA’AH KITA KEMBALIKAN ASET-ASET INDONESIA YANG DI KUASAI OLEH ASING… ???????????????? Salam Sukses Berjama’ah ????????????

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN: Sebuah akun Facebook @BisnisDigitalPayment membagikan narasi yang menyatakan bahwa Alipay yakni anak perusahaan dari Alibaba Group yakni besutan pebisnis China, Jack Ma telah disahkan di Indonesia dengan menggunakan nama DANA. Dalam narasi yang disebarkan, akun Facebook @BisnisDigitalPayment menyebutkan bahwa penggantian nama tersebut bertujuan untuk membuat masyarakat di Indonesia tidak curiga.

    Selain itu, dalam unggahannya disebutkan bahwa masyarakat di Indonesia harus waspada terhadap kehadiran DANA yang notabenenya dianggap mengancam kedaulatan ekonomi dalam negeri. Hal itu dikarenakan segala transaksi keuangan yang masuk dalam layanan dompet digital tersebut berpeluang dimanfaatkan oleh China untuk mengembalikan arus uang dan retail di Tanah Air.

    Menanggapi adanya informasi yang tidak sesuai dengan fakta, pihak terkait pun yakni DANA akhirnya angkat bicara. Melansir dari antaranews.com, Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar pun angkat bicara. Pihaknya pun membantah informasi tersebut dengan menyatakan bahwa DANA bukanlah e-money asing atau uang elektronik asing.

    “Dana adalah PT Elang Sejahtera yang merupakan usaha dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK). EMTEK memiliki kerja sama dengan Ant Financial, pemilik Alipay,” jelas Chrisma.

    Lanjut Chrisma, ia menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun antara EMTEK dan Ant Financial yang tergabung dalam DANA mendapat dukungan teknologi dari Ant Financial yang notabene telah diakui dari system keamanan dan kehandalannya di dunia transaksi digital.

    “Dengan kerja sama antara Emtek dan Ant Financial, DANA mendapatkan dukungan teknologi dari Ant Financial. Teknologi Alipay sudah diakui keamanan dan kehandalannya di dunia traksaksi digital,” pungkas Chrisma.

    Chrisma juga menegaskan mengenai narasi yang menyebut DANA turut menyalurkan uang dari Indonesia ke luar negeri. Hal itu diperkuat dengan segala transaksi yang dilakukan di DANA dikelola oleh bank di Indonesia. DANA juga dikembangkan oleh perusahaan rintisan (starup) yang berbadan hokum Indonesia yang dikembangkan oleh programmer muda Indonesia. investor utama dari DANA adalah PT Elang Sejahtera Mandiri dengan porsi kepemilikan 99 persen.

    DANA juga telah mendapat izin dari Bank Indonesia dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh BI sebagai Lembaga teknologi finansial di Indonesia. DANA juga hanya bekerja sama dengan bank-bank nasional diantaranya Bank Mandiri, BCA, BRI, CIMB NIAGA, BNI, Panin Bank, Bank Permata, BTN dan Bank Sinar Mas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Jangan pijak kecoa sampai mati karena isi perut kecoa sangat bahaya”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/12/2019

    Berita

    Hoax lama yang kembali beredar. Pada tahun 2013 lalu dr Chabib Afwan yang menjabat sebagai Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI menjelaskan belum pernah ditemukan cacing dari kecoa menginfeksi manusia.

    Akun Abel Cibi (fb.com/abel.cibi.9) mengunggah beberapa gambar dengan narasi :

    “JANGAN PIJAK KECOA SAMPAI MATI…
    #KECOA
    Bila anda melihat KECOA di kediaman atau dimana-mana, elakkan dari memukulnya sampai mati dengan tangan kosong kerana isi perut KECOA sangat bahaya.
    Ini kerana, di dalam perut KECOA terdapat cacing halus/lembut yang akan hidup walaupun diluar tubuh KECOA. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh KECOA (perut), ia akan bergerak untuk mencari tempat baru. jadi AWAS ya.
    Bentuk fizikal cacing ini sangat pendek, halus dan lembut dan hanya akan dapat dilihat pada mata kasar normal manusia bila jarak pandang sekitar 10-20cm sahaja.
    Cara MELIHAT kewujudan fizikal cacing ni, letak isi perut KECOA di atas kertas hitam atau cermin. Kita akan melihat cacing KECOA akan bergerak-gerak.
    Sangat berbahaya apabila cacing ini menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) kerana cacing ini mampu untuk masuk melalui lubang pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.
    #SEMOGAMEMBANTU”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Informasi ini sebetulnya termasuk hoax lama yang kembali beredar. Pada tahun 2013 lalu dr Chabib Afwan yang menjabat sebagai Deputi Zoonosis Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI menjelaskan belum pernah ditemukan cacing dari kecoa menginfeksi manusia.

    “Saya belum pernah menemui ada literatur yang menyebutkan bahwa cacing bisa menginfeksi kecoa lalu menular ke manusia. Kabar tersebut perlu dilacak sumbernya. Kalau dari Kementerian Kesehatan baru bisa dipercaya,” kata dr Chabib kala itu.

    Selain itu, membunuh kecoa dengan cara digencet memang tidak efektif.

    Kecoa hidup di tempat-tempat kotor sehingga badannya dilumuri oleh berbagai jenis bakteri dan kuman penyakit. Apabila digencet sampai keluar isi perutnya, tentu cairan tubuh yang keluar membuat kuman-kuman bakteri dari tubuh kecoa dapat menyebar dan menempel ke sekitarnya.

    “Kalau keluar isi perutnya dan kuman-kuman seperti bakteri, cacing dan telur cacing menempel makanan, tentu bisa berisiko. Tapi kecoa kan biasanya hidupnya di bawah, di lantai, tidak di dekat makanan,” kata Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor,

    Dr Upik mengakui bahwa orang seringkali latah apabila melihat kecoa dan segera membantainya dengan segala benda yang ada di sekitar, bisa sandal ataupun sapu. Hal ini memang sulit dihindari. Namun masyarakat tak perlu khawatir akan cacing yang katanya dapat masuk ke pori-pori.

    “Kebanyakan kasus penularan cacing itu lewat makanan, tidak langsung masuk ke pori-pori tubuh. Yang penting setelah membunuh kecoa langsung dibersihkan,” terang dr Upik.

    Dikutip dari Departemen Entemologi University of Kentucky, memang ada cacing parasit yang bisa menginfeksi kecoa dengan sebutan horsehair worm alias cacing rambut kuda (Nematomorpha). Namun jenis cacing ini diketahui tidak menyerang manusia.

    Sementara itu investigasi detikcom dengan tool InVid menemukan gambar kaki yang turut disertakan dalam unggahan pernah disertakan juga dalam video presentasi parasitologi pengguna SlidePlayer dengan user akun Horace Ray. Di dalamnya dijelaskan bahwa itu adalah tanda penyakit cutaneous larva migrans (CLM).

    Dikutip dari BMJ Best Practice, CLM biasanya disebabkan oleh cacing tambang (Ancylostoma) yang berbeda jenis dari cacing parasit rambut kuda di kecoa. Seseorang bisa berisiko terinfeksi cacing tambang bila jalan tanpa alas kaki di tanah yang tercemar kotoran hewan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Minuman Probiotik Dapat Membantu Sembuhkan Kanker

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/12/2019

    Berita

    Sebuah akun instagram mengunggah informasi yang menyebut bahwa minuman probiotik Yakult setiap hari dapat menolong penyembuhan Kanker serviks. Dokter Ahli Gizi Dr. Dr. Tan Shot Yen, M. Hum mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurut dia, informasi tersebut tidak masuk akal. Dokter Tan menjelaskan, probiotik kerap disebut dengan flora baik yang disebar ke dalam usus untuk mencegah kuman jahat agar tak berkuasa. Namun, probiotik bukan obat kanker.

    [NARASI]:

    FAKTA MENGEJUTKAN !!! Apakah Anda Sering Minum YAKULT Ini? Kalo Iya Berarti Anda Wajib Baca Ini.. Dan Lihat Fakta No.9 Sebelum terlambat

    ======

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]:

    Sebuah akun instagram bernama sehatkepo memposting sebuah informasi yang mengklaim adanya fakta mengejutkan bahwa minuman probiotik merk Yakult dapat membantu menyembuhkan kanker serviks.



    Dalam informasi yang dibagikan terdapat 10 poin manfaat meminum yakult dan nomor 9 adalah untuk membantu menyembuhkan kanker serviks. selain itu juga disebutkan minum Yakult dapat membantu menyembuhkan kanker usus besar.

    Dilansir dari kompas.com, Dokter Ahli Gizi Dr. Dr. Tan Shot Yen, M. Hum mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    “Jawabnya gampang, Enggak,” kata dr Tan Selasa (3/12/2019).

    Menurut dia, informasi tersebut tidak masuk akal. Dokter Tan menjelaskan, probiotik kerap disebut dengan flora baik yang disebar ke dalam usus untuk mencegah kuman jahat agar tak berkuasa. Namun, probiotik bukan obat kanker.

    “Mana ada probiotik jadi kemoterapi? Enggak masuk akal. Jadi memang literasi publik kita masih ngeri ya buat urusan kesehatan,” ujarnya lagi.

    Selain berfungsi menjaga keseimbangan flora usus besar, probiotik juga dianggap sebagai functional food yang memiliki manfaat memperbaiki kekebalan tubuh. Akan tetapi, yang perlu diingat, probiotik tidak bisa disejajarkan dengan obat.

    Dokter Tan juga menjelaskan, setiap usus manusia pada dasarnya sudah memiliki banyak bakteri baik. Yang terpenting adalah bagaimana merawat para bakteri baik (probiotik) itu dengan memberi mereka makanan (prebiotik).

    Adapun, prebiotik yang baik adalah makanan berserat . Makanan berserat bukan hanya untuk memudahkan seseorang buang air besar, tetapi juga berfungsi menjaga kesehatan usus.


    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini