• [DISINFORMASI] "Berita Mengerikan Akhirnya Dibuka Untuk Publik"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/06/2018

    Berita

    "

    Hasil Cek Fakta

    Disinformasi lama yang diedarkan lagi, "Anggota Tim Teknis Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (TTKHPRG) bidang Keamanan Pangan, Prof. M. Herman, mengatakan produk rekayasa genetik aman untuk dikonsumi.". Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • [KLARIFIKASI] Guru di Bekasi Dipecat Lewat Pesan Grup Whatsapp Gara-Gara Beda Pilihan di Pilkada Jabar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/06/2018

    Berita

    Seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Maza, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak yayasan, telah menjadi viral di media sosial.



    Pemberhentian guru itu hanya karena beda pilihan dalam pagelaran Pilkada serentak 2018 Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi.



    Informasi ini diketahui setelah seorang warganet yang mengaku sebagai suaminya memosting kekecewaan terhadap sekolah melaui media sosial.



    Akun atas nama Andriyanto Putra Valora itu memosting kabar pemecatan istrinya sebagai guru di sekolah swasta.



    Dalam postingannya, Andriyanto menyebutkan jika istrinya telah keluar dari arahan pihak yayasan untuk memilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat dan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady untuk Piwalkot Bekasi.

    Hasil Cek Fakta

    Pagi ini, Jumat (29/6), pihak Yayasan Daarunnajaat Maza telah berkunjung ke kediaman Robiyah. Yayasan Darunnajat Maza akhirnya meminta maaf.



    Permintaan maaf disampaikan pagi ini, Jumat 30 Juni 2018, saat mendatangi rumah guru korban pemecatan.



    Hal tersebut terungkap dalam postingan Andriyanto Putra Valora, beberapa saat lalu. Dia mengungkapkan, pagi tadi pihaknya didatangi pihak Yayasan Daarunnajat Maza.



    Seorang guru di SDIT Darul Maza, yang bernama Tri, memberikan penjelasan kepada wartawan terkait masalah yang menimpa rekan kerjanya.



    "Semua masalah sudah selesai, tidak ada yang diributkan," ungkap Tri.



    Menurut dia, permasalahan yang terjadi di grup whatsapp yayasan hanya sebuah kesalahpahaman. Menurut dia, tidak ada pemecatan terhadap seorang guru yang mengajar di kelas 3, Robiyahtulah Dawiyah.



    "Tidak ada pemecatan atau apapun itu istilahnya, semua hanya kesalahpahaman," kata Tri.



    Tri menambahkan, pagi tadi pihak Yayasan Daarunnajaat Maza telah berkunjung ke kediaman Robiyah. Menurut dia, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan kesalahpahaman itu secara kekeluargaan.

    Rujukan

  • [KLARIFIKASI] Klarifikasi Pihak Kepolisian Terkait Isu Pembegalan di Pesing, Jakarta Barat

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/06/2018

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Kepolisian memberikan klarifikasi atas beredarnya pesan berantai berupa rekaman suara atau voice note tentang isu pembegalan di Pesing, Cengkareng, Jakarta Barat. Dilansir dari kompas.com, detik.com, kriminologi.com, dan gridoto.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu, menegaskan, isu pembegalan di flyover atau Jembatan Layang Pesing adalah tidak benar. “Jakarta Barat ada yang menyatakan tak aman, dengan beredarnya voice note pembegalan, di Jembatan Fly Over pesing. Itu tidak benar. Hoaks,” tegasnya.

    Rujukan

    • Kompas
    • Detik
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] Klarifikasi Kepala BKPSDM Kabupaten Pamekasan Terkait Isu Penerimaan 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pamekasan

    Sumber: portalmadura.com
    Tanggal publish: 22/06/2018

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia memberikan klarifikasi terkait tersebarnya isu penerimaan 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Dilansir dari portalmadura.com dan memoonline.co.id, Lukman mengatakan, hingga kini (21/6) belum ada surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait penerimaan ASN yang sampai ke kabupaten Pamekasan. “Dari pusat belum turun, jadi kalau ada kabar yang mengatakan penerimaan ASN Pamekasan itu kabar palsu,” jelas Lukman.

    Rujukan