• [SALAH] Video “Penghijauan di Pakistan yang Salah jenis Pohonnya, Seharusnya Jangan Cemara, Kurma Lebih Tepat ”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2020

    Berita

    Akun Facebook Ha Sim Karna mengunggah video di grup Nusantara Shanti pada tanggal 12/8/2020 dengan narasi sebagai berikut:
    “Penghijauan di Pakistan yang salah jenis pohonnya, seharusnya jangan cemara, kurma lebih tepat ….”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video yang menunjukkan orang-orang tengah mencabut pohon-pohon dan mengibarkan bendera hitam serta meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah tersebut adalah insiden yang terjadi pada 9 Agustus 2020 di Khyber Pakhtunkwa, Pakistan.

    Dilansir dari BOOM sebuah situs cek fakta Pakistan yang melakukan penelusuran terkait dengan video serupa yang berjudul “Video Of Men Uprooting Saplings In Pakistan Viral With Islamophobic Claim” (diartikan: “Video Pria Mencabut Anak Pohon di Pakistan Viral dengan Klaim Islamofobia”), insiden tersebut dilakukan oleh penduduk setempat yang marah dan mencabut pohon muda sebagai tanda protes karena pohon tersebut ditanam di atas tanah sengketa dan tidak meminta izin pada warga setempat.

    Pada tanggal 9 Agustus 2020 bertepatan dengan “Hari Pasukan Harimau” Pemerintah Pakistan meluncurkan penggerakan perkebunan terbesar di Negara itu. Perdana Menteri Mahmood Khan meluncurkan program penanaman pohon terbesar pada hari Minggu untuk menanam 3,5 juta anak pohon di seluruh negeri dalam sehari.

    Video serupa juga pernah dibagikan oleh mantan Direktur Eksekutif Lingkungan PBB Erik Solheim di akun twitternya yang mengatakan bahwa insiden tersebut terkait dengan agama. Namun, kemudian Erik Solheim mengklarifikasi terkait dengan postingannya tersebut melalui akun twitternya, dia diberitahu bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dan tidak terkait dengan agama serta sudah dilakukan penanaman pohon kembali di area yang sama.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim narasi video yang mengatakan bahwa penghijauan di Pakistan yang seharusnya kurma merupakan konten yang salah. Video tersebut merupakan insiden protes yang dilakukan penduduk Khyber Pakhtunkwa, Pakistan atas program penanaman pohon yang dilakukan pemerintah Pakistan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Info Lowongan Kerja Puskesmas Marganada

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2020

    Berita

    Akun facebook bernama Silvi Herdianti mengunggah status pada tanggal 11/8/2020 di grup facebook ‘🇮🇩INFO LOWONGAN KERJA TEGAL (NEW)🇮🇩’ mengenai info lowongan pekerjaan di Puskesmas Marganada.

    Berikut kutipan narasinya:

    “INFO LOWONGAN KERJA
    PUSKESMAS MARGADANA
    Dibutuhkan Segera Dalam Posisi
    1. Tenaga Kesehatan
    ( D3 Keperawatan )
    2. Asisten Farmasi
    ( Perempuan ijazah SMK Sederajat )
    3. Staff Laboratorium Vaksin
    ( Perempuan SMK Sederajat )
    4. Tenaga Staff Kantor
    ( Perempuan SMK sederajat )
    * Perempuan (diutamakan)
    * Usia Maksimal 30 th
    * Jujur dan Niat Bekerja
    * Ijazah Menyesuaikan Posisi
    * Sehat Jasmani dan rohani
    Info Lengkap Bisa Hubungi
    Staff Admin
    085230172975
    Bu Indah
    Atau kirim CV ke UPTD PUSKESMAS MARGADANA
    Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.72, Sumurpanggang, Kec. Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah 52147
    *NB : Tanpa Di Pungut Biaya Masuk*”

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, info lowongan pekerjaan tersebut tidak benar. Melalui akun media sosial instagram Polsek Situbondo (@polsek_situbondo_kota) mengatakan informasi tersebut tidak benar berdasarkan hasil penelusuran dan laporan pengaduan pihak Puskesmas Situbondo. Hal serupa juga katakan oleh akun twitter Polsek Mlandingan (@PMlandingan) yang mengatakan informasi tersebut adalah hoaks.

    Sebelumnya diketahui akun Silvi Herdianti membagikan informasi lowongan kerja tersebut bukan satu kali saja, melainkan sudah beberapa kali dibagikan pada grup facebook lowongan pekerjaan yang lain. Nama dari puskesmas pun di ubah sesuai dengan tempat status dibagikan seperti ‘Puskesmas Tanjungsari’ pada grup facebook ‘__"Lowongan Kerja di Pacitan"__’ atau ‘Puskesmas Mojopanggung’ di grup ‘LOKER BANYUWANGI’. Namun akun, posisi tempat kerja dan nomor telepon yang tertera sama.

    Lebih lanjut Polsek Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati karena modus diduga penipuan dengan cara meminta sejumlah uang.

    Kesimpulan

    Info lowongan kerja tersebut adalah hoaks. Polsek Situbondo melalui akun media sosial Instagram dan Polsek Mlandingan di media sosial Twitter mengatakan info tersebut tidak benar berdasarkan penelusuran dan laporan aduan dari pihak Puskesmas Situbondo.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Berdasar Rekaman Video Infrared ternyata Ledakan di Libanon karena Dihantam Rudal Israel”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2020

    Berita

    Akun Yan Ismahara (fb.com/yan.ismahara.71) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “*Berdasar Rekaman Video Infrared ternyata Ledakan di Libanon karena Dihantam Rudal Israel*
    *Untuk menyamarkan maka lebih dulu diledakkan oleh para penyusup, lalu dihancurkan lagi pake rudal. Ingat, minimal ada dua ledakan besar.*
    (AK_N)
    ____________________
    Breaking News!
    *NAMPAK REKAMAN KAMERA INFRARED MENUNJUKKAN ADANYA SERANGAN RUDAL DARI LANGIT, DIDUGA PELAKU NYA ADALAH ISR43L* ( LAKNATULLAH ‘ALAIHIM AJMA’IN )
    WALLAHU A’LAM
    ALLAH BERFIRMAN :
    وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ..
    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang dan ridho kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka…(QS al-Baqarah [2]: 120 )
    *AYO BOIKOT SEMUA PRODUK YAHUDI, KITA MULAI DARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG ADA DISEKITAR KITA*”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video yang menunjukkan bahwa ledakan di Beirut, Lebanon karena dihantam rudal Israel adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu adalah video editan atau suntingan. Video ini dilapisi dengan sejumlah grafik, termasuk gambar rudal. Lewat analisis bingkai demi bingkai, rudal tidak terlihat di semua bingkai, termasuk sebelum momen menghantam tanah. Video editan tersebut juga berkualitas lebih rendah ketimbang video aslinya.

    Video yang sama dengan kualitas yang lebih tinggi dan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh kanal YouTube Youssef Kawtharani pada 5 Agustus 2020. Video itu diberi judul “Beirut Lebanon huge Explosion”. Namun, dalam video berdurasi 17 detik ini, tidak terlihat benda yang diklaim sebagai rudal oleh akun Yan Ismahara.

    Youssef Kawtharani pun mengunggah video itu ke Instagram pada hari yang sama dan telah disaksikan lebih dari 19.200 kali.

    Kantor berita Reuters juga telah memverifikasi video itu dan menyatakannya sebagai hasil suntingan. Video itu adalah potongan dari rekaman milik Youssef Kawtharani, yang dalam profil Instagram menyebut dirinya sebagai sukarelawan di palang merah Lebanon. Video aslinya diambil di Rue Chafaka, setengah mil dari lokasi ledakan, yang dikonfirmasi oleh Google Street View.

    Sebelumnya, beredar juga video yang diklaim sebagai rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan di Beirut, Lebanon.

    Video itu juga adalah video editan atau suntingan. Video itu adalah gabungan dari dua video yang diambil dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, yang kemudian ditempeli gambar rudal dan diberi efek film negatif.

    Kesimpulan

    Video editan / suntingan. Video ini dilapisi dengan sejumlah grafik, termasuk gambar rudal. Lewat analisis bingkai demi bingkai, rudal tidak terlihat di semua bingkai, termasuk sebelum momen menghantam tanah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Narasi Foto Islam Nusantara Sholat Berlatar Belakang Salib

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/08/2020

    Berita

    Akun facebook bernama Munzirin mengunggah foto beberapa orang yang sedang menunaikan ibadah sholat dengan latar belakang berupa Salib. Selain itu akun tersebut menambahkan narasi provokatif mengandung unsur SARA.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuruan, narasi pelintiran terhadap foto tersebut bukan yang pertama kali. Pada tahun 2018 lalu terdapat klaim yang menyebutkan orang-orang tersebut sholat di gereja.

    Faktanya, Akun facebook bernama ShonHaji Zuhri memberikan klarifikasi sebagai berikut:

    KLARIFIKASI
    Foto-foto yang beredar mengenai Orang² yang sedang melaksanakan kewajiban sholat (maghrib) dan saat ini viral itu bukan editan, tapi banyak #PELINTIRAN (dikatakan sholat di gereja), karena saya (ShonHaji) salah seorang yang ada di dalamnya.

    PAC. IPNU/IPPNU Kec. Sagulung Kota Batam di Undang untuk mengisi acara Pentas Seni di Jambore Pelajar Katholik yang diadakan di Yayasan Tunas Karya (SD KATHOLIK St. Ignasius Loyola /Sekolah Berasrama) Rempang – Galang

    KLARIFIKASI :

    Kronologi Kejadian :

    Kita harus mulai dari tema:

    Tema Jambore MBPA diambil juga dari Tema Jambore Nasional yang mengangkat isu tentang Kebhinnekaan. Sebelum hari H ada masa Pra Jambore yaitu animasi modul-modul yang mengarah pada tema termasuk Modul Kebhinnekaan. Pada modul ini Pelajar Remaja belajar bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar terdiri dari beragai suku, bahasa, budaya dan Agama.

    Oleh karena itu membutuhkan sikap saling menghormati dan menghargai berbagai keragaman tadi yang dimulai dan ditumbuhkan sejak usia dini.
    Jambore tersebut dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2018, dimana Kepanitiaan mengundang Pelajar NU untuk menampilkan Kesenian yang bertemakan kebangsaan dan keberagaman yang dijadwalkan pada tanggal 23 Juni 2018 dimulai pukul 20.00 WIB.

    Pada saat rombongan Adik-adik IPNU/IPPNU dikawal beberapa anggota Banser sampai lokasi acara ternyata sudah masuk waktu sholat maghrib dan akhirnya rombongan melakukan sholat maghrib berjamaah di sebuah gedung yg ada salibnya. Saat ini kejadian tersebut sudah mulai viral karena foto²nya di share di medsos.

    pertanyaan yang muncul kemudian adalah :

    “Kenapa sholat di tempat ibadah agama lain? apakah dalam keadaan darurat?”.
    Jawaban dari pertanyaan itu adalah :

    Gedung itu BUKAN TEMPAT IBADAH/GEREJA melainkan ASRAMA/AULA yang lokasinya TERPISAH dari Gereja dan steril dari hewan yang dalam hukum Islam dihukumi Najis Mugholadhoh.
    Kami sudah berusaha mencari Masjid/Mushalla terdekat, namun jika kami sampai ke Masjid terdekat dengan jarak yang jauh dan harus kami tempuh dengan jalan kaki (karena begitu sampai lokasi, mobil yang mengantar kami langsung meninggalkan lokasi dan kembali ke lokasi pada jam 22.00WIB), maka kami MEYAKINI jika kami memaksakan diri harus melaksanakan sholat maghrib di Masjid terdekat maka waktu sholat (maghrib) akan habis, sementara itu kami tidak mungkin juga melaksanakan sholat di lapangan yg ada di lokasi, karena keadaan cuaca (gerimis) dan lapangannya becek akibat guyuran air hujan selama 2 hari.
    Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga dengan alasan yang kami kemukakan bisa dipahami dan menjadikan maklum serta bisa mendinginkan suasana.
    Terimakasih. ??

    Regards,

    shonhaji zuhri

    Kesimpulan

    Foto tersebut memang benar dan bukan editan, namun narasi-narasi pelintiran yang mengklaim bahwa Islam Nusantara Tuhannya adalah Yesus dan Kitabnya adalah stensil merupakan narasi yang menyesatkan. foto tersebut adalah foto PAC. IPNU/IPPNU Kec. Sagulung Kota Batam yang sedang melaksanakan ibadah Sholat Maghrib saat diundang ke acara pentas seni di Jambore Pelajar Katholik yang diadakan di Yayasan Tunas Karya. Pada saat itu sedang turun hujan dan Mesjid jaraknya cukup jauh dari lokasi acara.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini