• [SALAH] Penutupan perlintasan kereta karena menunggu masinis jajan di warung

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/11/2019

    Berita

    Penutupan perlintasan tersebut karena proses naik turun penumpang bukan karena menunggu masinis membeli makanan di warung. Hal tersebut dikarenakan Stasiun Parungkuda, Sukabumi yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan Sebidang. Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

    Akun Dhimas Bayu Nurcahyo (fb.com/dhimas.itudiebakerempeng) membagikan video yang diunggah oleh akun Warung Nasi Pak Tofa (fb.com/WarungPaktofa) dengan narasi sebagai berikut :

    “G lucu sih, lbh trlihat sombong, dan mrasa penting, pamer jabatan sebagai masinis? Cut aja msh bnyak yg lbh menghargai dn menghormati org lain, itu yg kecegat palang pintu pasti emosi tingkat dewa”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Melalui rilisnya, PT KAI menjelaskan kereta tersebut merupakan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor dengan nomor 393. Pada saat itu kereta sedang berhenti di Stasiun Parungkuda pada 31 Oktober 2019.

    “Terkait video yang beredar luas di sosial media, kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi,” kata PT KAI, Jumat (8/11).

    PT KAI menjelaskan, setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplacement stasiun.

    “Hal tersebut dikarenakan stasiun yang kecil dan emplacement stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang,” jelasnya.

    KA Pangrango dengan Nomor 393 memiliki jadwal keberangkatan dari stasiun Sukabumi pukul 15.45 WIB dan tiba di Stasiun Bogor pukul 17.48 WIB. KA tersebut terdiri dari 1 Kereta Eksekutif, 1 Kereta Pembangkit, dan 3 Kereta Ekonomi.

    “Tidak benar bahwa penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan, kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda,” kata PT KAI.

    Dihubungi terpisah, Vice Presiden Communication PT KAI, Edi Kuswoyo mengatakan yang turun ke jalan bukanlah masinis melainkan asisten masinis. Sedangkan masinisnya tetap ada di lokomotif.

    “Kondisi kereta sedang menunggu waktu berangkat, jadi itu bukan sengaja. Jadi asisten masinis yang turun untuk beli minum, masinisnya tetap ada di lokomotif. Ya, enggak apa-apa, dia manusia butuh minum juga dan tidak mengganggu perjalanan,” kata Edi kepada kumparan.

    “Kemudian karena memang stasiun kecil dan emplacement sempit jadi memang tempat berhenti di situ. Jadi sekali lagi, masih sesuai SOP,” terangnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video yang harus ditonton, situasi sebenarnya terkait cedera Andre Gomes

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 10/11/2019

    Berita

    Bukan video kondisi kaki Andre Gomes, video tersebut sudah diunggah ke Youtube pada 23 Juli 2019, dan kaki yang ada di video tersebut adalah kaki kiri. Sementara itu, Everton menyatakan operasi Andre Gomes yang mengalami patah dan dislokasi engkel kanan akibat ditekel pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min pada pertandingan Everton kontra Tottenham Hotspur di Goodison Park, Minggu, 3 November 2019.

    Akun TikiTaka (fb.com/TikiTaka-2348979782091517) mengunggah sebuah video yang diberi narasi :

    “Must watch video, the real situation concerning Andre Gomes injury
    ….#SpeedyRecoveryGomes“

    yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “Video yang harus ditonton, situasi sebenarnya terkait cedera Andre Gomes”

    Sumber : https://perma.cc/25X6-P333 (Arsip) – Sudah dibagikan 39.126 kali saat tangkapan layar diambil.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya video yang dibagikan oleh sumber klaim itu bukan video kondisi pemain Everton, Andre Gomes pasca cedera parah yang dialaminya akibat ditekel pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min pada pertandingan Everton kontra Tottenham Hotspur di Goodison Park, Minggu, 3 November 2019.

    Di dalam video yang berdurasi 21 detik tersebut, tampak, hanya dengan pijatan tangan selama 18 detik, kaki kiri yang diklaim milik pesepak bola Everton itu bisa kembali lurus setelah patah.

    Namun kejanggalannya adalah, kaki Andre Gomes yang mengalami patah dan dislokasi engkel adalah kaki sebelah kanan.

    Everton menyatakan operasi Andre Gomes berjalan sukses, Senin (4/11/2019). Pihak klub juga menyebut sang pemain diperkirakan bisa pulih sepenuhnya.

    “Everton Football Club mengonformasi Andre Gomes telah menjalani operasi untuk memperbaiki dislokasi di engkel kanannya, dan operasi berjalan sangat baik,” kata pihak Everton, seperti dilansir Metro.

    “Andre akan menghabiskan beberapa waktu pemulihan di rumah sakit, sebelum kembali untuk memakai Finch Farm untuk memulai proses rehabilitasi dengan bimbingan staf medis klub.”

    “Mewakili Andre Gomes, klub berterima kasih kepada seluruh suporter Everton dan anggota keluarga sepak bola atas pesan dukungan hangat yang kami terima sejak pertandingan,” imbuh Everton.

    Sementara itu, video yang diunggah oleh sumber klaim ternyata sudah diunggah jauh sebelum peristiwa cederanya Andre Gomes, Salah satunya diunggah kanal Dr Pankaj Kumar pada 23 Juli 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ade Armando Akting Sakit Ketika Mau Dipanggil Polisi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/11/2019

    Berita

    Pasca pelaporan Fahira Idris, anggota DPD RI, terkait postingan meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan editan seperti wajah joker, muncul postingan yang menyatakan Ade Armando, dosen FISIP UI, pura-pura sakit agar tidak ditangkap polisi. Postingan itu menyertakan foto Ade tengah terbaring dengan narasi ejekan.

    Berikut narasinya:

    Ternyata Lebih GENTELMEN AKHMAD DANI Ketimbang KODOK BUDUK PENGECUT Macam ADE ARMANDO Entah ini Akting Atau Beneran Si ADE JOKER Ketika Mau Di Panggil POLISI Tiba" Langsung Sakit, Kita Doakan Yuk, Sesuka Pemirsa Di Rumah Biar Si ADE JOKER Cepat Pulang Ke TPU Tanah Kusir Atau TPU Jeruk Purut..!

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa Ade Armando telah membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa foto tersebut merupakan foto lama saat dirinya melakukan donor darah.

    “Waduh. Itu foto lama ketika saya donor darah,” kata Ade kepada media tagar.id.

    Ade pun menampik tudingan dirinya pura-pura sakit demi menghindari panggilan polisi. Terkait peredaran foto tersebut, Ade mengatakan bahwa ia tidak akan melaporkan penyebar gambar ke polisi.

    “Enggak usah lah, foto terbaring di rumah sakit itu foto lama saya ketika donor darah,” kata dia.

    Kesimpulan

    Berdasarkan klarifikasi langsung dari Ade Armando, maka antara narasi postingan dengan foto tidak terkoneksi satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, postingan itu masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Medcom.id
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Gebrakan Menteri Kesehatan yang Baru

    Sumber: facebook.com dan whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/11/2019

    Berita

    Gebrakan menteri kesehatan Terawan soal bpjs

    Beredar informasi yang menyebutkan adanya gebrakan baru dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Gebrakan tersebut ialah pasien kondisi darurat tidak perlu membayar untuk dapat dirawat di rumah sakit bintang lima.

    Berikut narasinya:

    *GEBRAKAN MENTERI KESEHATAN YG BARU DR TERAWAN*????????????????????????

    Pasien BPJS dalam kondisi darurat bisa masuk DAN DITANGANI SECARA SERIUS DI rumah sakit manapun TERMASUK RS BINTANG 5 tanpa harus membayar LEBIH DAHULU.
    Dalam kondisi darurat,
    RS tidak boleh tanya tentang pembayarannya. PASIEN KONDISI DARURAT harus ditangani RS sampai maksimal baru bicara tentang Biaya.
    Pasien Panduan Bpjs...tidak wajib membayar sepeserpun walau RS bintang 5 tidak ikut BPJS. Karena setelah melewati masa krisis, pasien dapat durujuk ke RS yg sdh bergabung dg BPJS. dan Rumah sakit yg telah menangani pasien gawat darurat dapat menagihkan Ke BPJS.
    BERGABUNG DENGAN BPJS KELAS MANAPUN.

    *Apabila ada RUMAH SAKIT.....yg menolak pasien dalam kondisi darurat....laporkan ke 1500567* *HALOKEMENKES ATAU WWW.KEMKES.GO.ID*
    *TWEET@KEMENKES.*

    *SEBARKAN INFO INI DAN LAPORKAN KE KEMENKES 1500567 DAN VIRALKAN RUMAH SAKIT YANG MENOLAK RAKYAT INDONESIA YG SAKIT KONDISI DARURAT.*
    *SANGSI TERBERAT RS YG MENOLAK PASIEN DALAM KONDISI DARURAT ADALAH PENCABUTAN IJIN RUMAHSAKIT..*

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut telah dibantah oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati menegaskan bahwa informasi dalam pesan berantai tersebut tidak benar.

    Menurut dia, kabar yang sama seperti ini pernah menyebar pada 2017 lalu. Widyawati pun kembali menegaskan, kabar yang beredar ini bukan berasal atau gebrakan dari Menkes Terawan Agus Putranto.

    “Pesan tersebut juga bukan berasal dari Kementerian Kesehatan atau BPJS Kesehatan,” kata Widyawati.

    Ia menjelaskan, rumah sakit tidak mengenal klasifikasi bintang 5, melainkan RS kelas A, B, C, dan D. Sementara itu, kelas pelayanan RS untuk pasien JKN terdiri dari kelas 1, 2, dan 3.

    Peserta JKN-KIS yang memerlukan pelayanan gawat darurat, lanjut Widyawati, dapat langsung memperoleh pelayanan di setiap fasilitas kesehatan, baik yang bekerjsama atau tidak kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Hal ini tertuang dalam Pasal 63 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

    Seperti diatur pada Pasal 32 ayat 2 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

    Pihak Kemenkes pun sudah memberikan bantahan melalui akun media sosial Twitternya, yakni @KemenkesRI.

    Senada dengan pihak Kemenkes, BPJS Kesehatan pun membantah kabar yang beredar itu. Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Ma'ruf menegaskan isi dalam pesan itu tidak benar.

    “Ini pasti hoaks. Karena klasifikasi RS tidak dikenal istilah bintang, seperti contohnya hotel atau airline. Yang ada kelas rumah sakit, dan diatur kriteria kelasnya berdasarkan permenkes yang berlaku,” kata Iqbal.

    Iqbal menuturkan, pasien peserta JKN-KIS dengan kondisi gawat darurat wajib ditangani oleh RS, baik yang bekerjasama maupun tidak bekerja sama dengan BPJS. Pelayanan kegawatdaruratan, lanjut dia, telah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018.

    Kesimpulan

    Berdasarkan bantahan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa informasi yang beredar melalui Whatsapp dan Facebook tidak benar. Adapun, informasi itu masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Detik
    • Kompas
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini