[SALAH] Pesan Berantai Penelitian Online Mahasiswi Ilmu Psikologi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Sumber: whatsapp.com
Tanggal publish: 06/08/2020

Berita

Beredar pesan berantai melalui Whatsapp yang berisikan informasi mengenai mahasiswa Universitas Brawijaya tengah meminta bantuan untuk penelitiannya. Dalam narasi yang beredar disebutkan bahwa penelitian yang dilakukan terkait pengaruh bentuk kaki terhadap karakter dan kesehatan wanita. Selain itu, disertakan pula lampiran surat atas nama Universitas Brawijaya yang menyebutkan bahwa mahasiswa yang melakukan penelitian berasal dari jurusan Ilmu Psikologi Kesehatan, Fakultas Kedokteran.

Berikut kutipan narasinya:

“Assalamu'allaikum... Selamat sore malam adek syifa 😊. Sehubungan dengan adanya PSBB karena Covid 19. Ijinkan Saya Ayu Sofia Anggraeni.., mahasiswa akhir imu Psikologi Univ. Brawijaya. Saya sedang melakukan penelitian online tentang "analisa pengaruh bentuk kaki terhadap karakter dan kesehatan wanita". Saya hanya butuh foto kakinya adek. Mohon bantuan dan responnya ya 🙏, bantuan adek sangat berarti bagi saya.. Terima kasih.”

Penelitian mahasiswa

Hasil Cek Fakta

Berdasarkan hasil penelusuran, mengacu kepada laporan dari antaranews.com, tidak ditemukan jurusan Ilmu Psikologi Kesehatan pada laman resmi Universitas Brawijaya. Pada laman resminya, jurusan Ilmu Psikologi ditemukan di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan pada Fakultas Kedokteran pun tidak ditemukan jurusan Ilmu Psikologi Kesehatan.

Adapun, pihak Universitas Brawijaya telah memberikan tanggapannya atas beredarnya pesan berantai yang mengaku sebagai mahasiswa perguruan tinggi negeri tersebut. Dilansir dari antaranews.com, Kepala Bagian Humas Universitas Brawijaya Kotok Guritno mengatakan mengatakan tidak terdapat nama mahasiswa pada fakultas kedokteran sebagaimana dalam pesan yang beredar.

"Surat yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya itu palsu. Nama dan jurusan tersebut tidak ada, setelah kami konfirmasi ke fakultas terkait," kata Kotok.

Universitas Brawijaya, lanjut Kotok, juga berharap masyarakat dapat mengonfirmasi pesan-pesan mencurigakan yang mengatasnamakan kampus di Malang, Jawa Timur itu, melalui saluran resmi.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pesan berantai tersebut bukan berasal dari mahasiswa Universitas Brawijaya. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

Rujukan

  • Mafindo
  • ANTARA News
  • 2 media telah memverifikasi klaim ini