Kumpulan informasi benar yang sudah diverifikasi.

  • Pilot Garuda Berkata Rasis saat Petugas Bea Cukai Periksa Kabin Pesawat

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/11/2017

    Berita

    “how about this @IndonesiaGaruda racism on your airplane? I believe this is one of your Pilot!” “Kerjain saja CINA2 ITU” (just work on that Chinese)”

    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pilot dari maskapai milik negera Indonesia sedang berseteru tegang dengan petugas bea cukai di kabin pesawat, menjadi viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi 2 menit 8 detik itu, sang pilot menolak diperiksa oleh pilot menolak diperiksa petugas Bea-Cukai di dalam pesawat. Ia juga mengatakan selama menjalankan tugas sebagai pilot Garuda Indonesia tak pernah diperiksa seperti itu. Sang pilot pun malah menyarankan untuk memeriksa maskapai lain.
    “Bukan kalian tidak boleh ke pesawat, boleh! Tapi, ini pesawat punya negara. Kalau kau mau kerjain tu China China itu tuh, Sriwijaya sana tuh,” ucap pilot tersebut seperti terekam dalam video.

    Kejadian bermula saat pesawat dengan nomor penerbangan GA8510 SIN-DTB baru mendarat di Bandara Silangit, Siborong-borong. Setelah penumpang turun, petugas Bea Cukai kemudian naik memeriksa pesawat dan tas kru. Pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. Kemungkinan juga pilot belum mengetahui bahwa sesuai SOP, petugas Bea Cukai berhak masuk ke dalam pesawat.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Garuda Indonesia langsung memberikan klarifikasi terkait peristiwa itu. Dikutip dari kompas.com, Hengki Heriandono, Pelaksana Harian Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, mengatakan telah menerima dan melihat video tersebut. “Garuda Indonesia sangat menyesalkan perilaku dan pernyataan pilot tersebut. Meskipun pilot memberikan izin petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan di dalam pesawat, pernyataan dan sikap pilot sangat disayangkan,” kata Hengki kepada Kompas.com, Minggu (19/11/2017) malam. Menurut Hengki, Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia menghormati semua stakeholders dan institusi yang menjadi mitra kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta menghormati prosedur kerja setiap petugas yang menjalankan tugasnya. Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea Cukai serta menjelaskan kesalapahaman yang terjadi dan tidak menoleransi sikap dan pernyataan pilot tersebut sehinga permasalahan sudah dapat dipahami bersama. “Direksi Garuda Indonesia juga sudah menyampaikan secara langsung permohonan maaf kepada direksi maskapai yang disebut dan permasalahan sudah diselesaikan dengan baik,” ucap Hengki. Garuda Indonesia juga sudah melakukan investigasi internal terhadap pilot yang bersangkutan dan pilot tersebut sudah diberikan sanksi tegas sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan. Dan, inilah pernyataan lengkap klarifikasi Garuda Indonesia yang didapat dari sumber detik.com: 1. Rekaman video percakapan antara pilot Garuda Indonesia dan petugas bea cukai tersebut terjadi pada tanggal 31 Oktober 2017 di bandara Silangit. Pada saat itu GA8510 SIN-DTB baru mendarat di Silangit. Setelah penumpang turun, kemudian naik petugas Bea-Cukai yang akan memeriksa pesawat dan tas kru. 2. Pilot menolak diperiksa karena merasa selama ini belum pernah ada pemeriksaan di dalam pesawat. Kemungkinan pilot belum mengetahui secara menyeluruh bahwa sesuai SOP petugas Bea-Cukai berhak masuk ke dalam pesawat. 3. Pada saat pilot memberikan penolakan secara tidak sengaja dalam kondisi emosi terucap kata-kata yang bernada menyinggung etnis tertentu dan maskapai tertentu. 4. Garuda Indonesia sangat menyesalkan perilaku dan pernyataan pilot tersebut. Meskipun pilot memberikan izin petugas Bea-Cukai melakukan pemeriksaan di dalam pesawat namun pernyataan dan sikap pilot sangat disayangkan dan tidak dapat ditolerir. 5. Garuda Indonesia sebelumnya juga telah menyampaikan langsung permohonan maaf kepada pihak-pihak terkait (antara lain kepada instansi Bea-Cukai dan maskapai yang disebut dalam video tsb) atas pernyataan personal oknum pilot tersebut dan sudah dapat diterima dan diselesaikan dengan baik. 6. Garuda Indonesia memastikan pernyataan yang diucapkan pilot tersebut merupakan hal yang bertentangan dengan komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang menjunjung tinggi etika keberagaman budaya dalam budaya kerja yang dijalankan perusahaan. 7. Garuda Indonesia menghormati semua stakeholder dan institusi yang menjadi mitra baik secara langsung maupun tidak langsung, dan menghormati setiap prosedur kerja masing-masing institusi dan petugas yang sedang menjalankan tugas. 8. Melalui budaya kerja yang ditanamkan kepada karyawan perusahaan, dan juga telah dipahami oleh seluruh karyawan, Garuda Indonesia kembali menegaskan bahwa Manajemen Garuda Indonesia akan menindak tegas setiap tindakan yang berlawanan dengan prinsip dan budaya kerja yang dijunjung tinggi perusahaan tersebut. 9. Dalam kaitan hal tersebut Garuda Indonesia telah berkoordinasi dengan Bea-Cukai maupun pihak pihak lain yang disebutkan dalam rekaman video tersebut dan menjelaskan sikap Garuda Indonesia yang tidak mentoleransi hal tersebut. 10. Kesalahpahaman tersebut juga telah dapat diselesaikan dengan baik oleh Garuda Indonesia dengan pihak-pihak terkait dan seluruh pihak sepakat untuk saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang dan masyarakat umum. 11. Perusahaan juga telah melakukan investigasi internal kepada Pilot yang bersangkutan dan telah memberikan sanksi yang tegas sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.

    Rujukan

    • Berita Satu
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (EDUKASI) 7 Tipe Informasi Hoax

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/04/2018

    Hasil Cek Fakta

    Dari yang saya amati, “tema” pesan hoax biasanya seputar:
    Kesehatan.
    Biasanya sih, berisi hal-hal yang bikin parno, seperti seputar penyakit atau hal/produk yang membahayakan kesehatan. Atau bisa juga info mengenai obat ampuh.
    Pesannya sering dilengkapi cerita para penderita plus mencatut nama ahli atau badan kesehatan, supaya terkesan real. Orang sering menyebarkan hoax seperti ini tanpa sengaja. Lebih karena kepedulian dan merasa khawatir.
    Hal yang membahayakan diri.
    Misalnya, orang yang tersetrum charger hape hingga tewas, main game tertentu bikin serangan jantung hingga dilarikan ke rumah sakit.
    Sama seperti poin 1, pesan ini menyebar karena berkaitan dengan keselamatan manusia.
    Kejadian yang bikin panik atau mempengaruhi kehidupan orang banyak.
    Seperti serangan teror, bom, kebanjiran, kebakaran besar, serta lainnya.
    Biasanya, langsung muncul tuh, info “update” tentang lokasi yang jadi target, lokasi yang harus dihindari, dan lain sebagainya. Pesan kayak begini lagi-lagi cepat menyebar sebelum terklarifikasi lantaran dianggap urgent.
    Peneror pun makin “happy” dengan banyaknya hoax dan kepanikan yang tersebar. Grrrrrggghhhh!
    Pesan “multilevel”.
    Yang ujung-ujungnya meminta disebarkan ke sekian orang, dan jika tidak dilakukan akan terkena musibah. Oh, c’mon?! Nggak ngerti lagi deh, sama orang yang bikin hoax begini. Membohongi, menakuti dan bikin rempong!
    Black campaign atau menggosipkan seseorang.
    Walau ganggu, tapi hoax model begini, menurut saya nggak terlalu bahaya.
    Kenapa?
    Soalnya, orang udah lebih cerdas, dan nggak langsung percaya. Biasanya sih, yang menyebarkan info kayak begini cuma oknum tertentu yang nggak suka dengan seseorang.
    Berita terkini yang salah.
    Seperti medsos tertentu yang akan ditutup dan menghapus data kamu (padahal ternyata nggak), foto demonstratsi yang sedang berlangsung (padahal itu foto setahun yang lalu) dan lain sebagainya.
    Biasanya informasinya error, alias salah, nggak tepat, terlalu gegabah ngambil kesimpulan, atau bisa juga sengaja buat memprovokasi.
    Hadiah.
    Misalnya: Sebarkan link ini ke 10 orang, dan kamu akan mendapat hadiah langsung jalan-jalan ke Paris…. Paris Van Java… Zzzzzz
    Penting banget nih, melawan dan menyetop hoax, setidaknya dengan nggak membiarkan diri kita terpengaruh atau ikutan menyebarkannya. Yuk ikutan ngobrol publik tentang “Hoax dan Kebijakan Literasi” dalam rangkaian Pesta Pendidikan di Kota Bandung.
    *Edukasi ini lansiran dari Fanpage Youth Manual

    Rujukan

  • [BERITA] Polisi Tangkap Perekayasa Chat Hoax Kapolri dan Kapolda Jabar

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/04/2018

    Hasil Cek Fakta

    Direktorat Cyber Bareskrim Mabes Polri, berhasil mengamankan seorang pria bernama Puji Anugrah Laksono, di Wilayah Jl. Bantan Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab Bengkalis, terkait pelanggaran UU ITE, Kamis (2/3).
    Tersangka Puji Anugrah Laksono, bertempat tinggal Jl. Taman Sari Rt. 002 Rw. 006 Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab. Bengkalis.
    Pelaku dengan sengaja mengunggah dan menyebarkan gambar yang dikerayasa melalui media sosial (Medsos). Dalam akun pribadinya, Puji menyebar percakapan Kapolri Jenderal Pol Drs. H.M. Tito Karnavian, MA, Ph.D, dengan Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Dr. Drs H. Anton Charliyan yang direkayasa. Selain itu Puji juga mengedit foto Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).
    Tersangka ditangkap sesuai laporan Polisi Nomor : LP/234/III/2017/Bareskrim, tanggal 01 Maret 2017. kemudian Tim dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri melakukan penelusuran dan diketahui bahwa pelaku berada di Wilayah Jl. Bantan Desa Bantan Tua Kec. Bantan Kab Bengkalis.
    Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) Unit Tablet FJ3 Music Warna Putih merah yang digunakan oleh tersangka untuk bermedia sosial dan 1 (satu) Unit Hp merk Nokia 101 Warna Biru.
    Saat ini pelaku di bawa ke Mapolres Bengkalis, guna penyidikan lebih lanjut.

    Rujukan

  • [KLARIFIKASI] "PT. Dirgantara Indonesia Tak Dijual ke Pihak Asing"

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Setelah dilakukan penelusuran berita, faktanya pada tahun 2017, Manager Hukum dan Humas PTDI, Irfan Budiman pernah menyatakan isu penjualan PTDI yang tersebar di Whatsapp dan media sosial adalah tidak benar atau hoaks.

    Hasil Cek Fakta

    PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui akun media sosial resmi Twitternya @officialptdi membantah kabar yang mengatakan PTDI dijual ke pihak asing. Menurut PTDI, kabar tersebut bohong atau hoaks yang sudah pernah terjadi di tahun 2017.

    Rujukan